Krusial | Malang — Dua proyek besar sedang dipersiapkan untuk Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menunggu realisasi pembangunan tol Malang-Kepanjen dan Alun-Alun Kepanjen, dengan biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 23 triliun.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, Bupati Malang H M. Sanusi telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengenai pembiayaan pembangunan tol dan alun-alun.

“Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 23 triliun untuk pembangunan Tol Malang-Kepanjen, Alun-Alun Kepanjen, dan lain sebagainya,” terang Nurman, Kamis (24/4/2025).

Namun, ia tidak mau merinci berapa anggaran untuk biaya pembangunan tol Malang-Kepanjen karena masih dalam penghitungan ulang.

Nurman menjelaskan bahwa Kementerian PU sedang memperkirakan trase yang akan dilewati tol dan berapa exit tol yang akan dibangun. “Sementara pihak pemkab belum mendapatkan rencana detailnya, namun diperkirakan sepanjang 20 kilometer kurang lebih, dari Pakis ke Kepanjen,” ucapnya.

Tol Malang-Kepanjen direncanakan akan dibangun sepanjang 30 kilometer, melewati beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Namun, trase tersebut bisa saja berubah karena kewenangan pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk Alun-Alun Kepanjen, Nurman mengatakan bahwa bakal ada mal di bawahnya dan rencananya akan dibangun di dua titik, yaitu di depan kantor Bupati Malang dan di belakang kantor Bupati Malang.

Pihaknya berharap dua proyek besar Kabupaten Malang itu segera bisa dibangun. “Setidaknya tahun 2026 sudah ada groundbreaking, kami berharap itu,” tandas Nurman. (Prayitno)