Krusial | Banyuwangi — Tabir kematian siswi MI asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, yang telah berlalu sekitar 5 bulan masih belum tersingkap. Siswi berinisial CN (7) ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan kondisi pakaian berantakan dan luka pada bagian belakang kepala di sebuah kebun kosong tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Ayah CN, DN, masih menanti jawaban atas ratusan pertanyaan yang terus berkeliaran di benaknya, termasuk siapa pembunuh putri kecilnya yang lucu. “60 orang sudah diperiksa, autopsi sudah dilakukan, para ahli sudah dikerahkan, tapi apa lagi yang ditunggu?” gumamnya lirih kepada awak media pada Senin (21/4/2025).

DN tidak tahu lagi apa yang tengah ditunggu oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, polisi juga telah menemukan jejak pelaku. Namun, hingga pergantian kepemimpinan di Polda Jawa Timur, keluarganya belum juga mendapatkan keadilan.

Melalui berbagai media, DN berharap Kapolda Jatim yang baru, Irjen Nanang Avianto, dapat membantu memberikan keadilan untuk putri kecilnya yang malang.

“Kami bersama keluarga dan warga sekitar berharap bahwa dengan Bapak Kapolda yang baru, kasus ini dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan akurat,” kata DN.

Dia meyakini bahwa akan ada terobosan dan strategi baru yang dapat memberikan titik terang atas kasus kematian putrinya yang masih gelap.

“Dengan metode baru dan terobosan-terobosan baru, kami berharap dapat menemukan titik terang yang selama ini hanya berputar-putar di kegelapan,” kata DN.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, membenarkan bahwa pihaknya belum dapat mengungkapkan secara gamblang kasus kematian bocah kelas 1 SD itu. Andrew mengaku masih membutuhkan pembanding lain untuk menguatkan keputusan.

“Benar, terduga sudah ada, tapi kami masih membutuhkan perbandingan-perbandingan lainnya untuk hasil semua yang telah kami temukan dan kumpulkan,” terang Andrew.

Dia berharap kasus ini dapat segera diungkap, dan pihaknya telah mengumpulkan banyak temuan yang menjadi bahan identifikasi lanjutan dengan berbagai pihak.

“Intinya, semua sudah ada di tangan, sudah kami gelar berkali-kali dengan berbagai pihak, termasuk para ahli. Kita tunggu nanti, pasti akan kami buka,” jelasnya.

Di tengah penantian panjang, keluarga CN hanya dapat berdoa dan fokus pada upaya pemenuhan kelengkapan lainnya. Mereka siap memberikan keterangan tambahan jika dibutuhkan. (Prayitno)