Krusial | Aceh Selatan — Alumni SMP Meukek yang tamat sekolah tahun 1990 dan tamat SMA tahun 1993, atau disingkat dengan GEN.90, kembali mengadakan silaturahmi halal bilhalal dalam suasana hari Raya Idul Fitri 1446 H. “Kegiatan tahunan ini memang selalu kami lakukan, hampir berjalan selama 10 tahun sejak kami menyelesaikan sekolah tingkat pertama sekitar 35 tahun silam. Acara silaturahmi tahun ini kami ambil tema ‘Re United Gen.90’, artinya kumpul-kumpul kembali generasi 90. Dalam acara hari ini diikuti sekitar 40 orang yang punya waktu dan kesempatan,” kata Muchsin selaku Ketua Gen.90 dalam keterangan tertulis yang diterima Krusial, pada Senin (7/4/2025).
Acara ini dipusatkan di bantaran sungai Krueng Meukek di Desa Jambo Papen. Muchsin mengatakan bahwa dengan makan-makan bersama, rencana juga melaksanakan Mebure dan Semeulob, tapi karena cuaca tidak memungkinkan, tidak bisa kami lakukan. Dan setelah itu, kami melanjutkan dengan memberikan donasi buat anak-anak kami yang sudah yatim piatu dari generasi seangkatan sekolah dulu, terang Subhan selaku koordinator lapangan dalam kegiatan hari ini.
Selanjutnya, Muchsin yang didampingi oleh teman-teman seangkatan juga menjelaskan bahwa acara temu alumni seangkatan ini yang sudah kami lakukan hampir 10 tahun berjalan, bukanlah hanya sekedar acara hura-hura dan suka ria semata. “Tapi kami selalu menciptakan satu tema kebersamaan antara sesama alumni yang dulu kita pernah sama-sama ke sekolah tanpa ada rasa perbedaan antara satu sama lain, dan itulah yang tetap kami rajut sampai sekarang. Acara ini juga bukan hanya dilakukan oleh kawan-kawan yang menetap di kampung saja atau kawan-kawan yang pulang lebaran. Tapi acara ini adalah partisipasi dari seluruh generasi 90, termasuk yang ada di perantauan yang tidak berkesempatan pulang,” kata Muchsin.
“Sebagai ketua, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua kawan-kawan atas partisipasinya mengikat persaudaraan ini. Semoga saja acara kita ini juga bagian dari amalan untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi sesama. Semoga saja keakraban ini terus berjalan dalam kehidupan keseharian, baik yang ada di kampung maupun yang di rantau orang,” kata Muchsin.
Muchsin juga menambahkan bahwa acara ini bukan hanya setahun sekali kita bertemu, tapi dalam hal suka cita kita harus selalu hadir sebagai ajang memperkuat ukhwah sesama kita yang dulu pernah bersama merasakan masa-masa sekolah. “Kami juga ingin menjaga tradisi semasa kecil kami dulu yang sering ‘Mebure Jangko’ atau ‘Seumelop’ agar generasi penerus kami nanti tidak tabu dengan warisan leluhurnya,” demikian kata Muchsin.***
Tinggalkan Balasan