Krusial | Surabaya — Gelombang urbanisasi pasca lebaran 2025 mulai terjadi di Surabaya. Antisipasi telah dilakukan, salah satu caranya dengan ancaman pemulangan bagi pendatang yang tidak punya kejelasan tujuan di Kota Pahlawan.

Bagi para pendatang yang tidak ada tujuan yang jelas, menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal dipulangkan ke daerah asal. Pemkot akan berkoordinasi dengan pemda asal untuk proses pemulangan.

“Saya pulangkan kalau tidak ada kejelasan, tidak bekerja. Saya koordinasikan dengan pemda asal,” tegas Eri, sabtu (5/4/2025),

Seluruh Camat, lurah, RT, dan RW diminta memperketat pengawasan dan pendataan terhadap pendatang baru. Menurut Eri tujuannya untuk memastikan pendatang memiliki tujuan jelas, agar tidak menjadi beban kota.

“Pertama, ketika ada orang yang datang wajib lapor, dan sudah saya sampaikan kepada teman-teman, camat, lurah harus menguatkan dalam RW-nya masing-masing,” katanya

Menurutnya, bagi pendatang yang mengubah KTP menjadi warga Surabaya tidak akan mendapatkan bantuan dari Pemkot selama 10 tahun.

“Karena prioritas kesejahteraan diutamakan untuk warga asli Surabaya, kedua, kalau dia mengubah KTP, tetap 10 tahun tidak saya bantu,” ujarnya. (Prayitno)