Krusial | Malang — Usai menunaikan salat Idulfitri 1446 H, ribuan warga Dusun Sidorejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, terlihat mereka hilir mudik ke rumah tetangga untuk berjabat tangan dan saling memaafkan.
Momen tradisi lebaran era tahun 70-an yang tergolong langka di era digital ini terpantau oleh Krusial pada hari Senin (30/3/2025) usai salat Idulfitri.
Antusias warga, laki-laki, perempuan, mulai dari anak-anak sampai orang tua, ikut berbondong-bondong melakukan tradisi anjangsana dan saling memaafkan dari satu rumah ke rumah warga lainnya.
“Momen di era tahun 70-an di era digital ini masih dijaga dan dijalankan oleh masyarakat sekitar. Momen ini sudah turun-temurun, mas, kami selalu melakukan rombongan dan bergantian,” kata Guman, salah satu warga.
Menurutnya, tradisi rombongan saling memaafkan usai salat Idulfitri ini telah dilakukan sejak nenek moyang mereka sampai sekarang. Bahkan saat ini, tradisi anjangsana bisa berlangsung sampai tengah malam, karena harus mendatangi semua masyarakat satu desa sampai selesai.
“Kadang selesai sampai tengah malam, karena tradisi ini salah satu tradisi untuk menjaga tali silaturahmi dan menjaga kerukunan sesama warga di desa kami,” urainya.
Yang perlu diketahui, dampak dari tradisi ini di desa kami adalah aman dan nyaman, tidak ada pencurian. Menurutnya, kendaraan bermotor pun ditaruh di depan rumah tidak akan ada yang mengambil.
“Oleh sebab itu, kami bersama masyarakat dan pemerintahan desa akan terus menjaga dan mewariskan tradisi anjangsana ini,” pungkasnya. (Prayitno)
Tinggalkan Balasan