Krusial | Surabaya — Sejumlah komoditas bahan pokok terjadi lonjakan di pasar tradisional yang ada di kota Surabaya menjelang lebaran Idul Fitri 2025 yang kurang sepekan ini.
Lonjakakan kenaikan harga yang cukup signifikan, khususnya pada cabai, bawang merah dan putih, serta berbagai jenis sayuran, telah membebani para pedagang dan konsumen, harga cabai kecil saja telah menembus angka Rp 100 ribu per kilogram, melonjak drastis dari harga normal Rp 60 ribu per kilogram di Pasar Dukuh Kupang Surabaya.
Tidak hanya cabe kecil saja, kenaikan serupa juga terjadi pada cabai besar, yang kini dibanderol Rp 50 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.
Bawang merah juga mengalami kenaikan yang cukup tajam, dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram, sementara bawang putih naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.
Tidak hanya bumbu dapur, sayuran pun ikut terimbas dengan kenaikan harga rata-rata Rp 2 ribu per kilogram.
“Ini sudah terjadi sejak awal puasa dan diperkirakan akan terus merangkak naik hingga hari raya nanti. Memang harga-harga kebutuhan pokok naik menjelang Lebaran. ungkap salah satu pedagang sayur dan bumbu dapur Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Kholifah, Jumat (21/3/2025).
Menurutnya, kenaikan harga ini sangat memberatkan para pedagang, karena mereka juga harus memikirkan keuntungan yang minim.
“Para pedagang yang lain juga kesulitan mendapatkan pasokan barang dengan harga yang stabil,” imbuhnya.
Susi salah pembeli mengaku harus mengurangi jumlah belanjaannya karena harga yang semakin mahal. Para pembeli pun merasakan dampak dari kenaikan harga ini.
“Kita terpaksa mengurangi jumlah belanjaan, mau bagaimana lagi, harga-harga pada naik semua, jadi harus pintar-pintar mengatur keuangan,” ujar Susi.
Penyebab naiknya harga bahan pokok ini diyakini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah cuaca buruk yang melanda beberapa daerah penghasil komoditas tersebut.
Gagal panen dan berkurangnya pasokan di pasaran menjadi faktor utamanya. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perdagangan akan terus memantau perkembangan harga-harga bahan pokok dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.***
Tinggalkan Balasan