Krusial | Surabaya — Dinamika menarik saat proses lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Uji kompetensi yang disiarkan secara live streaming membuat banyak calon kepala dinas baru memilih mundur.

Sejumlah peserta seleksi yang awalnya berminat menduduki jabatan kepala dinas, menurut Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengurungkan niatnya setelah memahami tantangan yang harus mereka hadapi.

“Banyak pendaftar yang mundur setelah saya uji langsung. Contohnya, ada kepala bidang atau camat yang ingin menjadi kepala dinas, maka dia harus menguasai seluruh bidang dalam dinas tersebut,” ujar Eri, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, untuk menjadi Kepala Satpol PP Surabaya, seorang kandidat harus memahami seluruh bidang dalam organisasi tersebut.

“Misalnya, di Satpol PP ada empat bidang. Jika saya tanya soal jumlah PKL (pedagang kaki lima) di Surabaya, bagaimana cara menertibkannya dengan pendekatan humanis, dan langkah apa yang akan diambil, mereka harus bisa menjawab,” jelasnya.

Iapun menambahkan, bahwa peserta seleksi hanya mengajukan satu inovasi dalam proposal mereka, yang berarti inovasi tersebut hanya mencakup satu bidang dalam dinas, bukan keseluruhan perangkat daerah.

“Setelah mereka melihat saya menguji seluruh kepala dinas, banyak yang minder dan akhirnya memilih mundur serta meminta kesempatan di seleksi berikutnya,” ungkapnya.

Eri mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengundurkan diri dari seleksi cukup signifikan.

Pemkot mencatat sekitar 50 peserta memilih mundur setelah melihat tantangan seleksi yang ada. (Prayitno)