Krusial | Malang — Hari ini, Kabupaten Malang diselimuti kabut tebal sepanjang hari, Senin (17/3), setelah dua hari diguyur hujan deras. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi akibat suhu udara yang lebih rendah serta tingkat kelembapan yang tinggi.

Menurut Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, suhu minimum tercatat berkisar antara 23 hingga 25 derajat Celsius. Kabut yang terbentuk menyelimuti hampir seluruh kota, meski dengan tingkat ketebalan yang bervariasi.

“Daerah dengan lebih banyak vegetasi cenderung memiliki kabut lebih tebal dibandingkan dengan wilayah yang didominasi bangunan padat,” jelas Rendy. Kabut yang muncul ini juga berdampak pada jarak pandang, terutama di daerah yang minim permukiman dan memiliki lahan terbuka luas.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama pengendara, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang terdampak kabut. Rendy juga mengingatkan bahwa saat ini merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, dan angin puting beliung masih perlu diwaspadai.

Selain itu, kemungkinan terjadinya fenomena cuaca ekstrem lainnya, seperti hujan es, banjir, dan banjir bandang, juga masih perlu diwaspadai. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap siaga terhadap perubahan cuaca yang cepat dan tidak terduga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini dan menghindari dampak buruk akibat cuaca ekstrem,” tutup Rendy. (Prayitno)