Krusial | Aceh Selatan — Mengetahui minyak Kelapa Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tumpah dan berselemak di ruas jalan Gunung Kapur, jajaran Polsek dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan gerak cepat melakukan pembersihan.

“Alhamdulillah tumpahan CPO yang berselemak di badan jalan Gunung Kapur sudah dibersihkan oleh bapak-bapak polisi dan petugas Damkar. Inisiatif, kepedulian dan gerak cepat pihak kepolisian dan Damkar sama-sama diucapkan terima kasih,” ucap Plt Camat Trumon Tengah Muhammad Nazir, M. IP, Jumat (28/2/2025)

Sementara itu, tokoh masyarakat Trumon Raya, Teuku Heru Ajay turut mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan jajaran kepolisian bersama petugas Damkar. Mengutamakan keselamatan masyarakat dari bahaya lalu lintas.

“Jajaran kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran lebih mengedepankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara ketimbang kepentingan pribadi pada hari Makmeugang. Mereka (polisi dan Damkar) berjibaku membersihkan ruas jalan agar masyarakat terhindar dari musibah,” papar Teuku Heru.

Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Trumon Raya, sambung Teuku Heru Ajay, kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dengan harapan tumpahan CPO tidak terjadi lagi di wilayah Aceh Selatan.

“The best pak polisi dan Damkar, pengabdian bapak-bapak harapan bagi umat, mudah-mudahan masyarakat terhindar dari bahaya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, tumpahan CPO di kawasan Gunung Kapur sudah berulang kali terjadi, bahkan tidak jarang menimbulkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.

“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan yang melintasi di Gunung Kapur untuk berhati-hati demi keselamatan. Tumpahan CPO terjadi mulai dari bawah sampai ke puncak, kondisi ruas jalan licin dan rentan bahaya,””ujar Teuku Heru.

Peristiwa ini kerap terjadi, sebaiknya pihak Kepolisian dan pemerintah daerah melakukan pengawasan dan menindak atau memperingati mobil tangki pengangkut CPO agar tidak tumpah atau memuat minyak mentah tidak melebihi standar.

“Perbuatan semena-mena para sopir dan Perusahaan kelapa sawit berdampak akan terjadi musibah bagi masyarakat. Kami harap tumpahan CPO tidak lagi terjadi demi menghindari petaka maut,” pungkas Teuku Heru.***