Krusial | Malang — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu menilai komunikasi pimpinan di tiga daerah pada periode pemerintahan sebelumnya kurang baik.

Emil, meminta ada perbaikan pada periode selanjutnya, yaitu 2025-2030. Permintaan itu disampaikan Emil saat memimpin Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang di gedung DPRD Kota Malang, Minggu (2/3/2025).

Ia Menambahkan, komunikasi yang baik bisa mengurai atau mengatasi masalah di tiga daerah tersebut. Saya ingat beberapa tahun lalu ada masalah kabupaten dan Kota Malang terkait pemanfaatan air.

“Saya berharap permasalahan yang lalu jangan diulangi, bahkan sampai akhir nya disegel. Saya minta jangan terulang dan komunikasi bisa berjalan dengan baik, masalah lain yang bisa dipecahkan dengan komunikasi adalah kemacetan lalu lintas,” imbuhnya.

Suami Arumi Bachin itu menekankan, penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Malang tidak bisa lepas dari wilayah aglomerasi Malang Raya. Sebab, pintu masuknya berkaitan dengan wilayah lain. Misalnya, wilayah selatan dari Kepanjen (Kabupaten Malang), utara dari Singosari (Kabupaten Malang), dan sisi barat dari Kota Batu.

“Saya harap harus akur akur lah. Tidak bisa masalah kemacetan diatasi satu daerah sendiri, perlu bantuan wilayah sekitar,” tandasnya

Menurut pria 40 tahun itu, selain kemacetan, juga menyoroti pengelolaan parkir dan penanganan banjir di Kota Malang. Pemprov Jatim bakal menggelontorkan dana Rp 32 miliar untuk pembangunan drainase Soekarno Hatta untuk penanganan banjir di Kota Malang dan akan dikerjakan setelah Lebaran.

“Ini juga tidak akan langsung menyelesaikan banjir. Harus bertahap, dan dimulai dari Jalan Soekarno Hatta,” tutur Emil.

Ditempat yang sama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan siap mengikuti instruksi peningkatan komunikasi antara pimpinan Pemda di Malang Raya. Menurut Wahyu, penyelesaian kemacetan tidak bisa terbatas oleh wilayah administrasi. Harus ada sinergi antara Pemkot Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Malang.

“Kami selalu Pemprov Kota Malang mengucapkan terima kasih atas bantuan dana penanganan banjir dari pemerintah provinsi,” kata dia.

Memang, nilai anggaran yang kita usulkan lebih rendah dari yang diusul kan Pemkot Malang, dana itu tetap akan membantu penanganan kawasan banjir di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

“Semua persiapan sudah selesai, tunggu habis lebaran pengerjaan siap kila mulai,” pungkas Wahyu. (Prayitno)***