Krusial | Jawa Timur — Menyambut Bulan Suci Ramadan, ada sejumlah tradisi di Jawa Timur yang cukup mencuri perhatian. Tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun temurun dan hingga kini masih dilestarikan. Hal ini dilakukan untuk memeriahkan datangnya bulan suci Ramadan dari tahun ke tahun, sekaligus menjaga tradisi dan budaya, berbagai tradisi tersebut memantik rasa semangat umat muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan
Berikut ini beberapa tradisi menyambut Ramadhan di Jawa Timur yang unik, ada banyak tradisi dan cara masyarakat Jawa Timur menyabut datangnya bulan suci Ramadhan.
1. Tradisi Gerebeg Apem di Jombang
Di Kabupaten Jombang ada yang namanya tradisi gerebeg apem saat menjelang Ramdhan tradisi ini dilakukan dengan membuat gunungan kue apem yang diarak ke jalanan. Tradisi ini menjadi harapan ll agar ibadah di bulan puasa semakin memperoleh keberkahan. Mengutip buku Etnologi Jawa oleh Suwardi Endraswara (2015), apem berasal dari bahasa Arab afuwun yang artinya memohon ampun.
2. Tradisi Ngosaran di Bangkalan
Di Bangkalan ada tradisi menjelang Ramadan adalah Ngosaran. Tradisi ini tidak berbeda jauh dengan nyekar, yakni membersihkan area makam keluarga dan kerabat dekat. Tujuan melakukan Ngosaran yaitu agar keluarga yang akan ziarah tidak terganggu dengan lokasi makam yang kurang bersih.
3. Tradisi Unggahan di Blitar
Di Kabupaten Blitar, satu Minggu sebelum Ramadhan ada tradisi Unggahan. Tradisi ini dijalankan oleh masyarakat dengan membawa masing-masing satu hingga dua jenis nasi berkat atau nasi kotak, Isiannya berupa nasi, sambal goreng, ayam, mi, dan kue apem. Kemudian, sekelompok warga tersebut berkumpul dan mengirim doa untuk para leluhur.
4. Tradisi Mandi Bersama di Gresik
Sejumlah masyarakat di Gresik rutin menggelad mandi bersama saat menjelang Ramadan. Mandi yang dimaksud di sini hanya sekadar berendam di Sendang Sono. Tujuan melakukan tradisi ini sebagai bentuk penyucian diri dari dosa-dosa yang telah lalu, sehingga lebih siap dalam menjalankan ibadah puasa.
5. Tradisi Buto-butoan di Jember
Tradisi Buto-butoan adalah memadukan pentas seni jaranan dengan ondel-ondel. Tradisi ini rutin digelar sebelum bulan suci Ramadhan datang oleh masyarakat Jember. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa gembira karena bisa bertemu lagi dengan bulan suci tersebut.
6. Tradisi Nyadran Sonoageng di Nganjuk
Beberapa desa di Nganjuk menyambut bulan Ramadan dengan tradisi Nyadran Sonoageng. Prosesi ini dilakukan dengan arak-arakan sesaji jolen. Rute yang dilalui mulai dari balai desa hingga ke makam leluhur. Selain untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, Nyadran juga dilakukan untuk menolak bala.
Beberapa tradisi menyambut Ramadhan di Jawa Timur yang disebutkan di atas menggambarkan betapa beragamnya budaya Indonesia. Selain melestarikan tradisi, hal ini juga dapat menumbuhkan rasa bahagia karena menyambut bulan yang penuh keberkahan tersebut. (Prayitno)***
Tinggalkan Balasan