Krusial | Aceh Selatan – Dalam rangka mengatasi persoalan ketersediaan air sawah di Gampong Puloe Ie Kecamatan Kluet Utara yang sering dikeluhkan petani setempat, Dinas Pertanian dan BPBD Aceh Selatan berkolaborasi untuk menghadirkan saluran air permanen di gampong tersebut.
Upaya ini dibuktikan dengan peninjauan langsung secara bersama-sama yang dilakukan Distan dan BPBD Aceh Selatan ke lokasi normalisasi saluran air sawah di Gampong Puloe Ie, pada Jumat, 17 Mei 2024.
Sebelumnya, petani di lokasi tersebut hanya dapat memanfaatkan sistem air tadah hujan akibat ketiadaan jaringan air,namun setelah melakukan permohonan ke pemerintah, akhirnya dengan program tanggap darurat di BPBD Aceh Selatan pemerintah melakukan normalisasi saluran air sepanjang 3 km yang akan mengairi 75 hektar area persawahan.
Pun demikian, agar memiliki sarana pertanian yang berkualitas, petani berharap agar saluran air tanggap darurat tersebut dapat ditingkatkan menjadi saluran air yang permanen, petani juga meminta pemerintah menghadirkan jalan tani di area persawahan tersebut, sebab dengan adanya jalan tani petani dimungkinkan akan lebih mudah dalam melaksanakan aktivitas pertanian serta mengangkut hasil panennya.
“Kami butuh jaringan air yang permanen dan adanya akses jalan tani, sebab jika musim hujan jalan menuju persawahan susah dilewati karena tertutup lumpur, ini juga akan berdampak pada saluran air tanggap darurat yang dibangun pemerintah,” ucap Ketua Kelompok Tani Giat Muda, Bustami.
Menindaklanjuti hal itu, pihak Distan Aceh Selatan yang dipimpin oleh Sekdis Dinas Pertanian Aceh Selatan, Teuku Faiyumi Ismail dan Kepala Bpp Kluet Utara serta pihak BPBD Aceh Selatan secara bersama-sama melakukan peninjauan langsung dan menyerap aspirasi petani setempat.
“Tadi Sekdis pertanian dan pihak BPBD telah turun langsung ke lokasi, untuk mengatasi persoalan air sawah ke lahan petani yang selama ini sawah tadah hujan, kita usahakan ke depan agar dapat di usulkan permanen baik melalui anggaran APBK, APBA dan APBN sehingga kita harapkan petani dapat segera mengolah tanah untuk menanam padi,” ucap Kadistan Aceh Selatan H. Nyaklah SP. MM.
Lebih lanjut, Nyaklah menyebutkan atas arahan Pj. Bupati Aceh Selatan, Distan Aceh Selatan dan BPBD Aceh Selatan terus berkolaborasi untuk mengatasi persoalan pertanian di Aceh Selatan, baik yang terdampak bencana alam maupun keterbatasan sarana pertanian.
“Dengan langkah dan upaya bersama ini, kita terus berikhtiar agar program ketahanan pangan, kestabilan harga gabah, penanganan stunting di Aceh Selatan dapat tercapai dengan baik melalui sektor pertanian, disamping itu kesejahteraan petani terus kita tingkatkan agar petani dapat mandiri ke depannya, ” ungkap Nyaklah.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, A. SE., M.Si menyampaikan, agar saluran air tangggap darurat dapat dimanfaatkan dengan maksimal, pihaknya meminta agar petani dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut dengan baik sambil menunggu tersedianya fasilitas saluran air yang permanen.
Kami berharap fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan baik, tidak melakukan tindakan yang menyebabkan fasilitas tersebut terkendala, seperti membuang sampah atau jerami padi ke parit saluran air persawahan, jika ini terjadi kami yakin sekali saluran tersebut lama kelamaan akan tertimbun, sehingga pihak pegiat tani akan kembali kesulitan mendapatkan air persawahan,” ucap Zainal.
Lebih lanjut mantan camat Kluet Utara itu mengajak agar petani meningkatkan semangat gotong royong untuk menyederhanakan persoalan yang dihadapi petani, sehingga dengan adanya dukungan pemerintah dan semangat tersebut petani akan dapat meningkatkan hasil panen dalam setiap tahunnya dan mencapai kemakmuran di bidang pertanian.
“Kami senantiasa selalu responsif dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat, dengan kebersamaan, dukungan pemerintah dan semangat gotong royong kita kembali dapat meningkatkan ketahan pangan dan kesejahteraan di sektor pertanian,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan