Krusial | Aceh Selatan – Pembangunan pabrik semen di Aceh Selatan oleh perusahaan China, Kobexindo Cement, yang merupakan bagian dari konsorsium Hongshi Holding Group dipastikan batal.

Pembatalan tersebut disebabkan tidak terbitnya izin usaha yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan pabrik semen dengan Kobexindo Cement.

Sejumlah pihak mengaku kecewa akibat batalnya pembangunan pabrik semen tersebut, salah satunya hadir dari pemuda Aceh Selatan, Muhammad Hasbar Kuba.

Dia mengatakan sangat kecewa akibat batalnya izin tersebut.

“Selaku warga Aceh Selatan, Kami kecewa oleh berita buruk yang beredar bahwa pabrik semen gagal di bangun di Aceh Selatan tercinta,” kata Muhammad Hasbar Kuba, kepada Krusial, pada Rabu, o5 Juni 2024.

“Kami sudah menunggu lama hadirnya mega industri ini di Aceh Selatan, namun ternyata ini hanya angin surga yang dihembuskan tapi tidak bisa dilaksanakan, bayangkan jika pembangunan pabrik ini berjalan mulus, berapa tenaga kerja yang akan terserap dan berapa pula perputaran uang yang seharusnya terjadi di Aceh Selatan,” jelasnya.

“Disisi lain kami juga mempertanyakan komitmen dan integritas pemerintah kabupaten dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat terkait investasi di Aceh Selatan, Pemkab harus serius membawa investor, jangan hanya membawa angin surga tapi nyatanya masih di mahsyar,” pungkasnya.***