Krusial | Aceh Selatan – Seluruh Wali Santri MUQ sepakat membantu dana pelepasan kecuali datu orang Sebagaimana berita yang sudah beredar lewat media Theacehpost.com maka beberapa wali santri MUQAS angkat bicara, pada Sabtu, 11 Mei 2024.
Komite Madrasah Ulumul Quran Aceh Selatan, Mirwan mengatakan bahwa ia sangat setuju dan mendukung penuh pelepasan santriwan dan santriwati MUQAS.
“Kalau memang sudah hasil kesepakatan bersama wali santri setuju dan tidak ada bertentangan dengan aturan maka tidak ada masalah, kalau dilaksanakan lebih baik, karena tahun tahun sebelumnya juga sudah rutin dilaksanakan,” kata Mirwan.
Pelepasan santri MUQ ini berbeda dengan sekolah lain yang pakai baju toga, kata Mirwan, sedangkan di MUQ tidak memakai baju toga dan murni perpisahan dengan teman asrama yang sudah selama ini bersama menghapal Al-Quran maka diadakan sedikit presisi yang sangat mengharukan dimana anak anak dibacakan jumlah hapalannya.
Sementara, Ibuk elli Fitriani dari Tapaktuan wali santriwati dari Nadhira kelas 9b mengatakan anak saya senang sekali diadakannya acara pelepasan santri MUQ.
“Saya juga senang mengeluarkan biaya nya,” katanya.
“Menyenangkan anak juga ada pahala buat orang tua. Rezeki ana memang sudah ada, anak saya pun sudah mempersiapkan buah tangan untuk adik-adik binaannya. Jadi kami ikut senang kalau anak kami senang,” ujarnya.
Kemudian, Anisfu dari Sawang orang tua dari Jihan Fatin Rafiqa mengatakan saya hadir rapat, tidak tepat apa yang disampaikan dimedia sebelumnya karena kami wali santri semuanya setuju kecuali satu orang dan pihak MUQ kami percayakan untuk mengkoordinir acara tersebut kami wali bersedia membantu pendanaan, jadi tidak ada pungli.
Tgk. Irfan wali santri Muhammad Irja Rahmat Dari Meukek mengatakan kami bersedia acara ini dilanjutkan, kami sebagai wali santri bersedia acara ini dilanjutkan dan kami sebagai wali santri tidak merasakan desakan atau pungutan biaya pelepasan dari pihak MUQ. Kami sangat berharap acara ini tetap dilanjutkan.
sementara itu, Zubaidah. S.Pd,I dari Sawang orang tua Fadhella Isra juga berkomentar kami juga setuju bahkan anakan kami juga sudah sukarela menyiapkan kado untuk adek adiknya, pasti kalau acara ini gak jadi kami sangat kecewa.
Dan Elvan Fadhlinur orang tua dari Habib Elvona Azkia mengatakan kami bersedia wisuda di lanjut kan,dan kami sebagai wali santri tidak merasakan desakan/pemungutan biaya wisuda oleh pihak sekolah, kami sangat berharap wisuda tetap di lanjutkan.
Ibu Eka Asnidar orang tua dari Muhammad Alfandi mengatakan, kami bersedia tetap di laksanakan acara pelepasan santri MUQ,dan kami tidak merasakan desakan atau paksaan pungutan biaya acara pelepasan santri MUQ oleh pihak sekolah.
“Kami sangat berharap acara ini tetap di laksanakan karena acara ini berbeda dengan acara wisuda sekolah lain, karena di adakan untuk menghargai usaha anak -anak kita dalam menghafal Alquran selama bersekolah di MUQ,” kata Eka Asnidar.
Bapak Mundahri orang tua dari Rafif putra munaf juga bersedia acara pelepasan santri muq dilanjutkan. Dan tidak ada pemaksaan dari pihak manapun terkait uang perpisahan. Dan uang yg kami berikan adalah atas keputusan bersama dan tanpa paksaan. Terimakasih
Ibu Tuti Herlinda orang tua dari Raihan Asshidiq mengatakan kami bersedia wisuda dilanjutkan dan kami sebagai wali santri tidak merasa desakan atau paksaan atas pemungutan biaya oleh pihak sekolah, dan kami sangat berharap acara pelepasan ini tetap dilaksanakan dan apabila acara ini di tindakan kmi sebagai wali santri merasa sangat kecewa apalagi anaknya kita yg sudah mempersiapkan dengan latihan untuk acara perpisahan nya.
Kemudian, Bapak Annadwi, S.Pd. M.M Orang Tua dari Naufal Hadi Maulana mengatakan kami sangat mendukung acara ini karena anak kami dulu pernah menjadi alumni MUQ, Acara ini penuh haru dan air mata, kami harapkan kedepannya PemKab Aceh Selatan ikut mendanai acara ini.
Ketidak beratan juga dari RUSMANSYAH, S.Pi, orang tua dari santri atas nama ALFATHIR RADITYA menyatakan tidak berkeberatan atas pelaksanaan Acara Pelepasan Santri MUQ sebagai wujud penghargaan dari kami atas usaha dan upaya anak kami dalam mewujudkan cita-citanya menjadi penghafal AL-QUR’AN di MUQ Aceh Selatan.
Kemudian Saiful bahri atas nama orang tua dari muhibbul bahri, mengatakan kami sangat setuju acara pelepasan tetap dilaksanakan dan kami dari wali santri tidak merasa ada paksaan atas biaya pelepasan tersebut, karena itu merupakan kesepakatan dari wali santri dengan pihak sekolah kami berharap acara tersebut tetap dilaksanakan terimakasih.
BARMAKI orang’ tua dari M.Marwazi juga setuju dengan diadakannya acara pelepasan santri MUQ Aceh Selatan, dan kami tidak keberatan dgn biaya acara tersebut, karena itu juga sudah menjadi kesepakatan kita bersama dan kami berharap acara pelepasan ini tetap di laksanakan.
Pernyataan ini kami berikan dengan benar dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
“Dan masih banyak wali santri yang lain akan membuat petisi bahwa mereka setuju untuk melanjutkan acara ini Sementara pihak MUQAS tidak pernah membebankan biaya bagi yang tidak setuju,” ujar Direktur MUQAS ust Muhammad Ridho Agung. M.Ag.
Tinggalkan Balasan