Krusial | Aceh Selatan – Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh Selatan, Bd. Yuliani Irvana R, S.Tr.Keb, S.Keb menjelaskan di Desa Koto, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan lokus stunting pada akhir Desember 2022 adalah 38, tetapi setelah diintervensi dan dimonitoring secara terus menerus pada awal Januari 2024 turun menjadi 13, lebih dari 60% telah terjadi penurunan.

“Dari 26 desa lokus di awal bulan Mei 2023, tinggal 10 desa lokus yang masih menjadi perhatian khusus di akhir Desember 2023,” kata Bd. Yuliani Irvana, kepada Krusial, Sabtu, 9 Maret 2024.
Bd. Yuliani Irvana menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari peran serta seluruh elemen yang terkait salah satunya adalah kader PKK dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Bd. Yuliani Irvana menjelaskan secara umum, sudah ada progres dan mulai nampak penurunan hasil kerjasama lintas sektor, mulai nampak penurunan. Penurunan tersebut dilihat dengan trendnya menurun di akhir Desember 2023 lalu, jelasnya.
“Jadi berdasarkan evaluasi akhir tahun 2023 dan penyusunan program PKK Kabupaten untuk tahun 2024, kita mengoptimalkan kegiatan intervensi perbaikan yang lebih untuk 10 Gampong tersebut,” ujarnya.
Bd. Yuliani Irvana mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Ini diharapkan mampu menekan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.
“Pola hidup yang sehat menjadi budaya dan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Sehingga, akan membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Aceh Selatan,” pungkasnya.***
Baca dan cari artikel, berita serta konten lainnya di Google News
Tinggalkan Balasan