Krusial | Subulussalam – Sebanyak 186 santri Al Faqih Ihza Madani mengikuti wisuda akbar di area Masjid Agung Subulussalam, pada Sabtu, 02 Maret 2024.

Diawali sejumlah penampilan santri, seperti asmaul husna, pembacaan alquran, doa, alunan salah satu lagu keprihatinan terhadap nasib dan kondisi rakyat Palestina hingga penyerahan tropi dan sertifikat kepada semua wisudawan berjalan aman, lancar dan terkendali.

Penyerahan tropi dan sertifikat pertama kepada seorang tahfiz delapan juz, Aldrin Pasha Al Bukhori (putra dari Bayudi S. Tanjung dan Sri Hartati), disusul tahfiz satu juz putra dilakukan wali kota, lalu untuk puteri Ketua TP PKK, Hj. Mariani Harahap.

Disusul kepada tahfiz dua hingga enam juz putra dan putri, masing-masing oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah, Kepala KCP BSI, Kepala Bank Aceh Syariah, Komite Sekolah Al Faqih, mewakili Kakan Kemenag, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Ketua Yayasan Al Faqih, mewakili Kajari dan Pembina Yayasan Al Faqih.

Apresiasi Yayasan Al Faqih dinilai sukses melakukan pembinaan anak sejak dini, Wali Kota H. Affan Alfian Bintang, SE beri sambutan ingatkan para orang tua santri fokus motivasi anak agar serius belajar sehingga sinergi positif antarguru dengan orang tua dalam pembinaan karakter anak semakin kuat.

Para santri pun terus dimotivasi agar ketekunan menghafal alquran dalam membentuk karakter terbaik terus meningkat.

“Menghafal alquran, membentuk karakter terbaik harus dilakukan sejak dini agar terwujud generasi cerdas, baik emosional maupun spiritual,” tegas Bintang.

Sementara Pembina Yayasan Al Faqih Ihza Madani, Firman Saputra tegaskan, wisuda di sana merupakan agenda wajib dan disebut Wisuda Akbar karena digelar sekali dalam dua tahun, dengan ratusan wisudawan.

“Wisuda ini tidak sekedar seremonial, tetapi adalah upaya menanamkan isi, kandungan alquran kepada santri, sesuai semboyan Al Faqih, ‘alquran cahaya kehidupan di hati’ tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi wali kota yang dinilai tetap setia mensuport  pendidikan di daerah ini, termasuk Yayasan Al Faqih Ihza Madani, begitu pula segenap masyarakat kota ini.

“Yayasan Al Faqih siap menerima masukan, ide dan pemikiran dari semua pihak, tak kecuali orang tua santri, dan kami berjanji siap untuk melakukan perbaikan ke depan,” tandas Firman.(Khairul)