Krusial| Banda Aceh – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh, menghimbau agar masyarakatnya tidak merayakan pergantian tahun baru.
Amiruddin selaku Pj Wali Kota Banda Aceh mengatakan, perayaan tahun baru masehi tak sesuai dengan adat dan syariat islam yang berlaku di Aceh.
Memeriahkan tahun baru dengan meniup terompet, bakar petasan, dan kembang api, dan perayaan mau bentuk lainya itu hanya akan menganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
“Malam pergantian tahun baru, kita menghimbau masyarakat agar tidak meniup terompet, membakar mercon, kembang api, dan yang lainnya bukan bagian budaya oleh indatu, kita juga harus menghormati warga kita umat Kristiani yang beribadah di gereja masing-masing,” jelas Amiruddin pada Minggu, (31/12/2023).
Pj Wali Kota Banda Aceh itu berharap pada warga Kota Banda Aceh, pergantian tahun baru ini seharusnya kita melakukan Muhasabah.
“Lebih baik kita perbanyak syukur, introspeksi diri, dari pada melakukan hal yang bertentangan dengan adat dan syariat islam yang berlaku di daerah kita,” ucapnya.
Melihat kebelakang pada tahun tahun sebelumya, Amiruddin optimis semoga tidak akan terjadi euforia perayaan tahun baru di Kota Banda Aceh.
“Sebenarnya sudah menjadi budaya di kota kita, sudah satu dekade tidak lagi merayakan tahun baru,” jelasnya.
Dalam hal ini Forkopimda Banda Aceh akan tetap melakukan patroli untuk berjaga jaga agar aman dan kondusif.***
Tinggalkan Balasan