Krusial.com | Aceh Selatan – Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan sebagai salah satu strategi Pemkab Aceh Selatan dalam mengendalikan inflasi daerah menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H/ 2023 M.

Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Dan UKM (Diskopukmdag) bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie melaksanakan pasar murah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi Dan UKM Aceh Selatan, T. Harida Aslim, SE. MM melalui Kepala Bidang Perdagangan Armahdi Mahzar, SE. MM mengatakan, pelaksanaan pasar murah tanggap inflasi pada tahun 2023 dilaksanakan di 4 lokasi dalam Kebupaten Aceh Selatan. Pelaksanaan pasar murah ini dilaksanakan selama 2 hari, sejak tanggal 26 s/d 27 Juni 2023.

“Pasar murah yang di gelar di 4 lokasi dalam Kabupaten Aceh Selatan yaitu Kecamatan Bakongan Timur, Kecamatan Bahagia, Kecamatan Pasie Raja dan Kecamatan Labuhanhaji Timur,” kata Mahzar.

Mahzar menjelaskan, Hari pertama di pasar murah diadakan Buket Gadeng dan Kantor Camat Bakongan dah untuk hari kedua di Kantor Camat Pasie Raja dan Pasar Peulumat, Labuhanhaji Timur.

Adapun sistem pelaksanaannya dengan cara pembelian langsung di lokasi memakai sistem kupon yang telah disediakan oleh panitia pelaksana untuk 1 (satu) orang pembeli.

“Adapun barang pokok penting yang jual pada pasar murah tahun ini dalam bentuk 1 paket yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan telur,” ujarnya.

Mahzar mengatakan, Kepada masyarakat diberikan subsidi untuk masing-masing barang adalah beras 5.000/kg, minyak goreng Rp 5.000/liter, gula Rp 5.000/kg, tepung terigu Rp 5.000/kg dan telur Rp 10.000/papan.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Selatan pada pelaksanaan pasar tahun 2023 telah mengalokasi kepada masyarakat sebanyak 10.800 kg beras, 2.160 kg gula, 2.160 liter minyak goreng, 1.080 kg terigu dn 32.400 butir telur ayam,” imbuhnya.

“Pada pelaksanaan pasar murah tahun 2023 diharapkan Pemerintah Daerah bisa meringankan beban masyarakat yang berdampak akibat inflasi serta dalam rangka memudahkan masyarakat memperoleh barang pokok penting dengan harga yang telah disubsidi pemerintah,” pungkasnya.