Laporan : Safdar.S

Krusial.com| Aceh Selatan – Pemerintah Desa Simpang Lhee Kecamatan Kluet Utara melalui budidaya lele lokal berhasil menciptakan program ketahanan pangan bagi masyarakat desa tersebut.

Keuchik Desa Simpang Lhee, Muhibbudin Anas mengatakan menyiasati pandemi Covid-19, pemerintah desanya meluncur program ketahan pangan pada tahun anggara 2022 dengan membentuk 12 kelompok budidaya ikan lele lokal.

” Budidaya ikan lele lokal ini merupakan wujud dukungan kita atas program ketahanan pangan pemerintah dan membantu pemulihan ekonomi masyarakat,” ucapnya disela-sela kegiatan panen perdana lele lokal tersebut di Desa Simpang Lhee, Minggu (28/8/2022).

Ia melanjutkan dari 12 kelompok yang dibentuk, pada Minggu (28/8/2022) dua kelompok budidaya melakukan panen perdana yang disaksikan langsung oleh camat Kluet Utara Misbah, S.Ag, Sekretaris Camat Kluet Utara T. Muhzar SE, MM dan Pendamping Desa Kecamatan Kluet Utara, Mukhsin.

” Jumlah hasil panen perdana ini sebanyak 181 kg bersih dari bibit 50 kg,” ucapnya.

Sementara itu, untuk hasil panen tersebut ditampung langsung oleh pihak agen dengan harga Rp. 65.000 per kilogramnya.

” Laba hasil panen ini akan diberikan kepada kelompok, sementara modal dikembalikan untuk mengembangkan kelompok budidaya lainnya,” tutup Muhibbudin.

Sementara itu, Camat Kluet Utara, Misbah S.Ag mengapresiasi panen perdana program ketahanan pangan Desa Simpang Lhee, camat berpesan pemerintah desa harus mampu mengelola dana desa untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desanya sehingga dapat mandiri.

” Program yang ada di desa Simpang Lhee ini harus ditingkatkan lagi dan perlu dicontoh oleh desa-desa lainnya, demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat khususnya Kluet Utara,” tuturnya.