Krusial | Jenewa — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pemotongan bantuan luar negeri oleh Amerika Serikat akan berdampak serius. Langkah tersebut dinilai akan memperparah berbagai krisis kemanusiaan yang sudah parah di banyak wilayah dunia.

Mengutip dari CNA, peringatan ini disampaikan pada hari Minggu (20/4/2025). Hal ini menyusul kebijakan Presiden Donald Trump yang sejak Januari telah membekukan pendanaan bantuan luar negeri dan membongkar program USAID.

Tump juga menyatakan niat untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan WHO. Amerika Serikat sebelumnya merupakan donor terbesar bagi WHO, namun hingga kini belum membayar iuran keanggotaan untuk tahun 2024.

Belum ada kepastian apakah negara tersebut akan memenuhi kewajiban keanggotaan untuk tahun 2025. Sementara itu, WHO tengah menghadapi defisit anggaran besar dan berencana memangkas anggarannya hingga 20 persen.

Langkah tersebut kemungkinan besar akan berdampak pada pengurangan jangkauan program dan jumlah tenaga kerjanya di berbagai wilayah terdampak. WHO selama ini memainkan peran vital dalam menjaga dan merehabilitasi sistem layanan kesehatan global.

Peran tersebut mencakup pelatihan, pengiriman tim medis darurat, dan pengadaan alat kesehatan. Namun dengan pemotongan anggaran ini, banyak program yang tidak lagi bisa dijalankan atau terancam berhenti.

“Dukungan tim medis darurat, pengadaan obat-obatan, dan rehabilitasi fasilitas kesehatan, semua itu langsung terdampak oleh pembekuan dukungan AS,” kata Hanan Balkhy, direktur regional WHO untuk Mediterania Timur.

Dampak paling nyata terlihat di kawasan konflik seperti Gaza, Sudan, dan Yaman. Di daerah-daerah tersebut, sistem layanan kesehatan telah berada dalam tekanan berat bahkan sebelum dana bantuan dipotong.

Lebih jauh lagi, mundurnya AS dari WHO akan mengganggu jaringan komunikasi dengan berbagai pihak. Hal ini mencakup kolaborasi dengan pusat riset, universitas, dan institusi kesehatan masyarakat terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat.***