Krusial | Jakarta – Pakar Kesehatan Global, Dicky Budiman, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pernafasan seperti HMPV. Risiko meningkat bila berada di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, apalagi di keramaian.

“Kewaspadaan adalah upaya kita menghindari ancaman kesehatan atau paparan, bukan kepanikan. Masyarakat harus memahami perbedaan antara kewaspadaan yang rasional dan kepanikan yang tidak terkendali,” kata Dicky dikutip Krusial dari Pro3 RRI, Senin (27/1/2025).

Dicky mengatakan, HMPV, seperti COVID-19 dan flu, dapat menular melalui ‘droplet’ saat batuk, bersin, atau berbicara. “Penyakit ini berisiko menimbulkan pneumonia, radang paru-paru yang dapat berdampak serius, terutama pada Lansia dan anak-anak,” ucapnya.

Menurut Dicky, sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mencegah penularan penyakit saluran pernafasan. “Tempat wisata terbuka dengan udara yang segar mengurangi risiko, meski tetap ada potensi bahaya alam,” katanya, menjelaskan.

Meski demikian, tempat wisata alam terbuka bukanlah tanpa risiko. “Pastikan lokasi wisata aman dan bebas dari potensi bencana alam seperti longsor atau ombak besar,” ujar Dicky.

Untuk menjaga kesehatan, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum bepergian. “Tidak sedang demam atau batuk pilek, ini penting untuk mengurangi risiko kesehatan selama perjalanan,” kata Dicky.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana yang mungkin terjadi, terutama saat liburan. Mengetahui rute evakuasi dan memiliki kontak darurat sangat penting untuk menjaga keselamatan di tempat umum.***