Krusial | Aceh Selatan – Untuk menghindari nasabah terjebak dalam aksi penipuan, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Tapaktuan, Aceh Selatan, Provinsi Aceh, mengingatkan para nasabah untuk berhati-hati dan waspada.
Menurut Kepala Cabang BSI Tapaktuan, Irvandady, pihaknya selalu mengingatkan nasabah untuk berhati-hati terkait transaksi maupun simpanan di BSI sejak rekening dibuka.
“Kerahasiaan nasabah dijamin utuh, maka tidak ada dalih atau modus apapun meminta kode PIN atau rahasia lain milik nasabah dengan mengatasnamakan BSI, apalagi berkedok hadiah atau perubahan data rahasia,” kata Irvandady seperti dikutip Krusial dari Antaran, Sabtu (15/2/2025).
Akhir-akhir ini, banyak modus yang dilakukan penipu untuk menguras simpanan nasabah, seperti berdalih mendapat hadiah, lokasi undangan penting, perubahan kode PIN, BPJS, pembayaran pajak, dan lain-lain.
“Kami mohon para nasabah BSI tidak meladeni bentuk apapun yang berkaitan dengan sistem transaksi. Jika merasa ragu atau penasaran, silakan berkoordinasi atau berkonsultasi dengan BSI kantor terdekat agar tidak menjadi korban penipuan,” ucapnya tegas.
Sosialisasi mengantisipasi terjadi penipuan kepada nasabah tidak jemu-jemu disampaikan oleh petugas baik secara lisan maupun pemberitahuan via tulisan.
“BSI telah menyebarluaskan himbauan kepada nasabah dalam berbagai bentuk tentang waspada penipuan #WAJIB SIGAP PENIPUAN mengatasnamakan BSI!!,” imbuhnya.
Antara lain, disampaikan ciri-ciri penipuan, seperti nomor tidak resmi, dokumen palsu, tautan atau formulir mencurigakan, dan skema tarif tidak sesuai.
“Sekali lagi, apabila nasabah mendapat telpon atau pesan dari orang tidak dikenal, mohon jangan dilayani agar tidak terjebak dan terhipnotis penipuan dengan dalih apapun. Bersikap tenang dan tidak terpengaruh,” himbau Irvandady.
Untuk menghindari aksi penipuan, nasabah harus melakukan beberapa hal, seperti mengabaikan dan memblokir nomor tersebut, tidak mengklik tautan atau mengisi formulir apapun, dan segera melaporkan ke BSI melalui kanal resmi atau menghubungi langsung ke kantor BSI terdekat.
“Percayalah, BSI tidak pernah menelpon secara vulgar berkaitan rahasia-rahasia nasabah. Apabila ada kepentingan disampaikan secara resmi dari kantor tempat nasabah berdomisili. Mohon terus waspada, kenyamanan dan keamanan nasabah di atas segala-galanya bagi BSI,” tutupnya.***
Tinggalkan Balasan