Krusial.com — Layanan internet satelit Starlink dipastikan bebas biaya selama satu bulan untuk daerah terdampak bencana di Sumatra. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Nezar menyebut, layanan ini merupakan bagian dari bantuan yang disalurkan untuk korban bencana. Menurutnya, kebijakan pemberian layanan gratis ini merupakan kebijakan standar perusahaan Starlink untuk daerah-daerah yang dilanda bencana.
Namun, hal ini ditegaskan bukan hanya berlaku untuk Aceh atau Sumatra saja. “Hampir di seluruh tempat di dunia dimana Starlink ada, mereka selalu memberikan bantuan seperti itu,” katanya.
Layanan Starlink dinilai membantu memenuhi konektivitas, terutama untuk jalur telekomunikasi di pos-pos bantuan dan komunikasi warga. Ia menambahkan, beberapa unit Starlink sudah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Semalam saya juga melakukan zoom dengan teman-teman di Aceh Tamiang, di Benar Meriah, Alhamdulillah koneksinya baik,” ujar Nezar. Unit-unit Starlink telah ditempatkan di beberapa daerah di Aceh, meliputi Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Tamiang, Bener Meriah, dan Takengon.
Sementara itu, Menteri Komdigi, Meutya Hafid, melaporkan pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra Barat mencapai kurang lebih 98 persen. Sementara, untuk provinsi Sumatra Utara berada di angka 96 persen.
Meutya menambahkan, fokus utama saat ini adalah meningkatkan pemulihan di Aceh. “Tadi saya disampaikan Telkomsel sudah 50 persen, beberapa hari lalu kita masih 40 persen,” katanya.
Ia menekankan, pihaknya terus melakukan percepatan pemulihan jaringan melalui koordinasi harian yang intensif. Upaya ini, menurutnya, merupakan kerja sama yang melibatkan peran aktif dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh pelaku industri.***
Tinggalkan Balasan