Krusial.com — Peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung target swasembada energi nasional. Sebagai bagian dari upaya optimalisasi produksi migas, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft, di sela kunjungan kerja ke Rusia.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang digelar di Kazan, Rabu (13/5/2026) waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, Joint Stock Company Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan Proyek Blok Tuna di Laut Natuna pada Juni 2026 mendatang.
“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” ujar Yuliot.
Sebelumnya, proyek Blok Tuna sempat tertunda setelah Premier Oil yang merupakan anak usaha Harbour Energy, mundur sebagai mitra pengembangan proyek bersama Zarubezhneft.
Joint Stock Company Zarubezhneft sendiri mulai terlibat dalam proyek migas di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada tahun 2020.
Selain melanjutkan proyek Blok Tuna, Zarubezhneft juga menyampaikan minat untuk memperluas investasi di sektor migas Indonesia, termasuk melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur minyak idle guna meningkatkan produksi migas nasional.
Ketertarikan perusahaan Rusia tersebut juga tercatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia. Dalam dokumen itu, pihak Rusia menyatakan keinginan Zarubezhneft untuk memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk keterlibatan dalam proyek-proyek migas baru.
Selain itu, pihak Rusia turut meminta dukungan pemerintah Indonesia dalam penyelesaian proses kepatuhan (compliance) bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.***
Tinggalkan Balasan