Krusial.com — PT United Tractors Tbk. (UNTR) semakin agresif memburu peluang akuisisi tambang mineral di Negeri Kanguru. Setelah sejumlah peluang sebelumnya batal terealisasi, emiten Grup Astra ini membuka kantor perwakilan di Australia pada 2025 untuk mempercepat proses ppenjajakan

Corporate Secretary UNTR Ari Setiawan mengatakan bahwa beberapa prospek akuisisi sebenarnya sudah masuk pipeline perusahaan. Namun, proses itu belum menemukan kecocokan, termasuk satu peluang tambang besar yang sempat masuk tahap tender di Australia.

“Sempat kemarin ada beberapa yang proses, tapi belum jodoh. Kita coba cari lagi sebenarnya. Kemarin ada di pipeline untuk akuisisi di Australia, cuma nggak ketemu. Kebetulan seller-nya yang membatalkan,” ujar Ari dalam agenda pertemuan media di Lampung, Jumat (21/11/2025).

Meski gagal, UNTR tidak menghentikan pencarian. Ari menegaskan bahwa Australia tetap menjadi salah satu fokus utama perseroan karena prospek mineral di negara tersebut dinilai masih sangat luas.

“Sekarang cari tambang besar di Indonesia yang ditawarkan juga nggak banyak. Kalau kecil-kecil saja, tujuan kita diversifikasi nanti nggak tercapai. Nah, peluang di sana (Australia) masih banyak aset yang bisa diakuisisi,” ucapnya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, UNTR resmi membuka kantor perwakilan di kota Perth Australia pada akhir Oktober 2025. Sebelumnya, UNTR belum memiliki basis khusus untuk menjajaki peluang mineral di negara tersebut.

“Baru-baru aja. Jadi sebelumnya kita belum punya kantor perwakilan. Kita coba lebih memperkenalkan diri sebagai buyer. Banyak prospek di sana, tapi perlu pendekatan,” kata Ari.

Ia menegaskan keberadaan kantor perwakilan ini bukan semata menunjang aktivitas administrasi, tetapi berfungsi sebagai ujung tombak dalam memetakan peluang akuisisi mineral yang sesuai dengan kriteria UNTR.

“Tugasnya untuk melihat potensi-potensi yang bisa diakuisisi,” imbuhnya. Langkah ke Australia sejalan dengan aspirasi UNTR untuk menyeimbangkan portofolio pada 2030. Saat ini porsi tambang batu bara masih dominan, sehingga ekspansi mineral menjadi prioritas.

“Kami terus fokus untuk menambah portofolio di bidang mineral, untuk menyeimbangkan bisnis antara coal dan non-coal,” kata Ari sebelumnya dalam Workshop Wartawan United Tractors di Jakarta, September 2025.

Selain emas dan nikel, UNTR juga membuka peluang untuk mengakuisisi berbagai jenis mineral lain yang memenuhi spesifikasi perusahaan. Direktur UNTR Iwan Hadiantoro menambahkan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan aset mineral yang ada saat ini sembari aktif mencari peluang akuisisi baru baik di dalam maupun luar negeri.

“Mudah-mudahan ke depannya kita bisa terus menambah portofolio di sektor mineral mining ini,” ujar Iwan.

Ari mengakui bahwa tingkat kegagalan prospek akuisisi luar negeri relatif tinggi, terutama karena UNTR hanya akan mengambil aset yang benar-benar sesuai dengan standar internal. Namun pihaknya memastikan proses penjajakan tidak berhenti.

Dengan beroperasinya kantor perwakilan baru dan fokus yang lebih terarah ke Australia, UNTR berharap dapat menemukan aset mineral berskala besar yang mampu mempercepat agenda diversifikasi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.***