Krusial.com — Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) menargetkan tambang emas barunya di Blok Doup dapat mulai berproduksi mulai tahun 2028.

Investor Relations UNTR Ari Setiawan menjelaskan saat ini proses akuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA) yang mengelola tambang emas Blok Doup, berada pada tahap conditional share purchase agreement (CSPA). UNTR berharap dapat melakukan closing transaksi ini tidak lebih dari tanggal 23 atau 24 Desember 2025.

“Setelah diakuisisi, rencana kami adalah membangun processing plant dan infrastruktur pendukungnya untuk mencapai target produksi. Kami harapkan tahun 2028 sudah dapat berproduksi,” kata Ari dalam Workshop Wartawan United Tractors di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Dia melanjutkan, UNTR berencana untuk membangun processing plant yang memiliki kapasitas produksi sekitar 3 juta ore per tahun. Dari processing plant ini, produksi emas diharapkan dapat mencapai 140.000 sampai 155.000 ons.

“Diharapkan juga tahun 2028 sudah memberikan kontribusi [ke pendapatan]. Berapa besar? Sangat bergantung dari harga emas ya,” ujar Ari.

Dengan kontribusi tersebut, maka produksi emas UNTR menurut Ari akan naik 1,5 kali lipat pada tahun 2028.

Ari juga menjelaskan UNTR melakukan akuisisi Blok Doup dilakukan karena sejalan dengan strategi diversifikasi UNTR, yaitu untuk menyeimbangkan portofolio perseroan.

Adapun dana akuisisi ini menurut Ari akan sepenuhnya berasal dari kas internal UNTR.

Sebagai informasi, UNTR melalui PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) dengan anak usaha PSAB, yakni PT J Resources Nusantara (JRN) untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam (ASA).

ASA merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang emas Doup, yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Proyek ini berdiri di area seluas lebih kurang 4.000 hektar.

Sementara itu, anak usaha lain UNTR, PT Energia Prima Nusantara (EPN) juga meneken perjanjian dengan pemegang saham individu, yakni Jimmy Budiarto untuk membeli 0,00004% saham ASA serta 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP).

Seluruh penandatanganan perjanjian dilakukan pada 12 September 2025, dengan nilai transaksi yang mencakup enterprise value senilai US$540 juta atau Rp8,84 triliun dengan asumsi kurs Rp16.375 per dolar AS. Total nilai ini sudah termasuk nilai pembelian saham dan nilai utang pemegang saham dari JRN kepada ASA.***

source: bisnis.com