Krusial.com — Terjadi transaksi afiliasi di grup PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Di mana PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memberikan fasilitas pinjaman kepada Chandra Asri Capital Pte Ltd sampai dengan US$ 95 juta atau sekitar Rp 1,59 triliun.

Manajemen Chandra Asri Pacific (TPIA) menjelaskan bahwa Chandra Asri Capital Pte Ltd (CAC), merupakan entitas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Singapura dan dikendalikan oleh perseroan. CAC bergerak di bidang perusahaan holding sebagai kegiatan usaha utamanya serta jasa penunjang bisnis sebagai kegiatan usaha sekundernya.

“Saat ini, CAC berencana melakukan investasi di sektor penyediaan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi grup perseroan dalam mengembangkan bisnis energinya di Singapura,” terang manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (23/12/2025).

Untuk memastikan keberhasilan rencana investasi tersebut, jelas manajemen TPIA, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang merupakan entitas anak dari perseroan, memandang penting untuk memberikan dukungan pendanaan agar investasi yang dilakukan oleh CAC dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi grup perseroan untuk memperkuat sinergi serta ekspansi usahanya, serta diharapkan memberikan nilai tambah bagi grup perseroan di masa mendatang,” kata manajemen.

Sebagai tindakan lebih lanjut, jelas manajemen TPIA, CDIA dan CAC telah menandatangani perjanjian pinjaman pada tanggal 18 Desember 2025. Perjanjian pinjaman CAC menjadi dasar bagi PT CDI untuk memberikan fasilitas pinjaman kepada CAC untuk kegiatan usaha sehari-harinya, termasuk namun tidak terbatas untuk rencana investasi CAC di sektor penyediaan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar di Singapura.

Akuisisi Esso di Singapura

Sebelumnya, Chandra Asri Pacific (TPIA)/Chandra Asri Group pada Oktober 2025 mengumumkan telah menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura.

Itu dilakukan emiten konglomerat Prajogo Pangestu itu melalui special purpose vehicle di bawah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki TPIA.

Akuisisi jaringan ritel Esso oleh Chandra Asri Group sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur energi terintegrasi untuk pasar solusi energi dan mobilitas di Singapura dan Asia Tenggara.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, ekspansi pihaknya ke ekosistem ritel bahan bakar Singapura merupakan langkah strategis dalam membentuk platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional.

“Jaringan ritel bahan bakar dan lingkungan bisnis Singapura yang kuat memberikan fondasi yang kuat bagi Chandra Asri untuk maju sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur, dan infrastruktur transformatif di Asia Tenggara,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).

“Bersama Aster, melalui infrastruktur terpadu kilang minyak dan infrastruktur manufaktur hilir yang canggih, kami bertujuan untuk memperkuat kelincahan operasional, ketahanan energi, dan daya saing Singapura sebagai pusat energi regional terkemuka,” lanjutnya.

Chandra Asri akan terus menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Semua poin dan kartu loyalitas pelanggan akan tetap sama. Chandra Asri juga akan mempekerjakan semua staf ExxonMobil terkait yang menjalankan bisnis ini.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.