Krusial | Banda Aceh – Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (Pusmeptan) menggelar kegiatan kuliah tamu (guest lecture) terkait ketahanan pangan (food security) dan pembangunan pertanian (agricultural development), pada Rabu, 18 September 2024.

Kegiatan sharing sessions ini menghadirkan Direktur Ko Kurikulum dan Kemahasiswaan Universiti Malaysia Sabah (UMS), Prof. Madya. Jurry Foo.

Dalam sambutannya Ketua Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si menyebutkan bahwa isu ketahanan pangan dan pembangunan pertanian merupakan isu lama yang sangat update. Masalah terus mengemuka dan berkembang terus. Sehingga perlu dipandang serius untuk ditangani dan dicarikan solusinya.

Idkham juga mengingatkan tentang wacana pemikiran yang pernah diutarakan pendiri Pusmeptan USK, Alm. Prof. Dr. Ir. Yuswar Yunus, MP yakni Aceh butuh sebuah badan otorita yang menangani hal ini. Dulu Prof. Yuswar menyebutnya BOPA atau Badan Otorita Pertanian Aceh, ujarnya.

Gagasan ini perlu disuarakan kembali untuk memperkuat upaya kita dalam menjamin ketahanan pangan secara spesifik, ujar Idkham.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Sugianto, Ph.D dalam sambutan pembuka acaranya mengapresiasi kegiatan kolaborasi Departemen dan Pusat Riset ini.

Selain dapat mendorong pencapaian indikator kinerja utama (IKU) kegiatan ini dipandang dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif terhadap kegiatan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam pemaparannya yang dipandu moderator, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Jurry banyak meng-highlight tentang pentingnya menjaga kelestarian generasi muda tani yang menjadi tulang punggung utama persoalan tersebut.

Menurutnya Malaysia telah berupaya keras mendorong minat generasi muda ini untuk menjadi petani, salah satunya melalui program pengusaha pertanian dan perbankan pertanian.

Melalui program tersebut pemerintah Malaysia berhasil menarik minat golongan muda untuk tertarik menggeluti sektor pertanian termasuk didalamnya sub sektor perkebunan, perikanan dan kehutanan khususnya dihilirisasi produk.

“Ada program insentif dan subsidi yang diberlakukan untuk memperkuat kinerja petani yang ditambah dengan bantuan permodalan melalui perbankan khusus pertanian,” ungkap Jurry.

Acara yang diikuti oleh 100 orang peserta ini turut dihadiri Ketua Pusmeptan USK, Dr. Muhammad Dhafir, ST., M.Si, Sekretaris Departemen TP USK, Dr. Safrizal, ST., M.Si, dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama Aceh, Dr. Elvrida Rosa, SP, MP.***