Krusial.com — Hong Kong dilanda Topan Wipha yang memicu sinyal peringatan tertinggi No. 10 selama tujuh jam, menyebabkan kota lumpuh total. Puluhan orang terluka dan ratusan pohon tumbang akibat topan tersebut, dilansir dari South China Morning Post.

Sinyal No. 8 atau lebih tinggi berlaku selama 19 jam sebelum diturunkan ke No. 3 pada Minggu (20/7/2025) malam. Seluruh peringatan tersebut akhirnya dibatalkan pada Senin (21/7/2025) pagi pukul 05.10.

Transportasi umum sempat dihentikan total dan baru mulai pulih secara bertahap pada sore hari. Sebanyak 500 penerbangan dibatalkan, membuat ribuan penumpang terlantar.

Seorang wisatawan asal Indonesia bernama Amy mengatakan ia menghabiskan lebih dari 30 jam di bandara karena penerbangannya ke Bali dibatalkan. Ia mengatakan terpaksa menginap dua malam di bandara.

Sebanyak 33 orang, 18 pria dan 15 wanita, dilaporkan terluka dan dirawat di unit gawat darurat rumah sakit akibat topan ini. Lebih dari 270 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah.

Hingga pukul 20.00, lebih dari 700 laporan pohon tumbang diterima. Beberapa di antaranya menyebabkan penutupan jalan dan kerusakan kendaraan yang diparkir.

Meski Wipha telah meninggalkan wilayah Hong Kong, Observatorium memperkirakan sinyal peringatan No. 3 masih akan berlaku untuk sementara waktu. Ketika ancaman benar-benar mereda, sinyal akan diturunkan menjadi No. 1 atau diganti dengan peringatan monsun kuat.***