Co-Captain Timnas AMIN Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong belakangan mendapat sorotan publik dan menjadi trending topic di X atau Twitter. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ikut mengomentari Tom Lembong.

Tom Lembong menjadi perhatian setelah disinggung calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka dalam Debat Cawapres pada 21 Januari lalu. Gibran menyebut Tom Lembong setidaknya tiga kali.

Gibran menuduh Tom Lembong membuat kebohongan publik. Tuduhan itu terkait dengan pernyataan Tom bahwa pabrikan asal AS, Tesla tak menggunakan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik.

“Tesla enggak pakai nikel itu kebohongan publik. Tesla itu pakai nikel dan Indonesia punya cadangan nikel terbesar, itu kekuatan kita,” ujar Gibran saat itu. Tom Lembong menyebut tudingan Gibran itu menjadi backfire atau senjata makan tuan.

“Jadi mereka kirim rudal, tapi yang kebakaran malah di sana,” kata Tom Lembong dalam wawancara dengan IDN Times, dikutip Kamis (25/1).

Luhut Turun Gunung Sindir Tom Lembong soal Nikel hingga OSS

Luhut turut membahas mengenai nikel yang disinggung Gibran. Dia ikut menyinggung tudingan Tom Lembong terkait anjloknya harga nikel, antara lain akibat kebijakan hilirisasi pemerintah. Luhut juga membantah bahwa Tesla di Cina kini tak lagi menggunakan nikel sebagai bahan baku baterai listrik.

“Tidak benar pabrik Tesla di Shanghai menggunakan 100% LFP untuk mobil listriknya. Mereka masih tetap menggunakan nikel berbasis baterai,” ujar Luhut, sebagaimana dikutip di akun instagram pribadinya, Kamis (25/1).

Luhut menyebut Tom gagal menyelesaikan program perizinan satu atap atau online single submission (OSS). Kebijakan ini dimulai Tom Lembong saat menjadi Kepala BKPM.

“Sampai Anda meninggalkan kabinet, tidak pernah selesai. Kami yang selesaikan,” ujar Luhut. OSS diluncurkan saat BKPM masih dipimpin oleh Tom Lembong pada 9 Juli 2018. Namun demikian, OSS belum berjalan sempurna hingga akhir tahun lalu.

Pada November 2023, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih belum sempurnanya sistem OSS. Menurut dia, tersendatnya pengembangan sistem tersebut salah satunya karena terdapat dua kementerian yang sistemnya belum terkoneksi. Kementerian tersebut, yaitu Kementerian tersebut, yaitu Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri.

source: katadata.co.id