Krusial.com | Aceh Selatan – Sejak dilaporkan hilang di laut, di perairan Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (6/7/2023), akhirnya korban Mustaja (37) ditemukan meninggal dunia, Sabtu (8/7/2023) sekira pukul 09.35 WIB.

Sesuai laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, korban Mustaja pergi melaut menggunakan perahu bermesin pada pukul 04.30 WIB, Kamis (6/7/2023). Hingga siang hari tidak kunjung kembali atau pulang.

“Informasi tentang orang hilang tersebut ditindaklanjuti dengan mengerahkan pencarian melibatkan Tim Gabungan TRC BPBD, Tim SAR Aceh Selatan, TNI/Polri. TIM SAR Aceh Barat – Meulaboh. Upaya pencarian sampai tiga hari hingga jasad korban ditemukan,” kata Kalak BPBD Aceh Selatan H. Zainal, SE.

Menurut H Zainal, korban ditemukan pada hari ketiga sejak dinyatakan hilang. Posisi jenazah korban Mustaja ditemukan di arah barat daya dari titik awal pencarian.

“Selama tiga hari dikerahkan pencarian, nelayan yang hilang di laut ditemukan meninggal. Saat ditemukan tim gabungan, jenazah Mustaja dalam kondisi mengapung,” kata Kalak BPBD H Zainal.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mey Fendri yang dihubungi antaran membenarkan Mustaja sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kami menemukan jenazah Mustaja tidak jauh dari lokasi awal penemuan jaring apung yang dipasang korban. Kondisinya sudah meninggal dunia dan mengapung berjarak sekitar enam mil dari daratan Bakongan Timur,” ujar Mey Fendri.

Disebutkan, pada hari ketiga pencarian,
tim bergerak pukul 07.00 WIB dengan melakukan penyisiran maksimal dititik yang dicurigai. Pasukan pertama kali melakukan penyisiran terdiri dari Basarnas Pos Meulaboh, Satgas SAR Aceh Selatan dan didampingi Wakil panglima Laot Aceh Selatan, Budiman.

Usai ditemukan, jenazah Mustaja dievakuasi lalu dipulangkan ke rumah duka di Gampong Ujong Pulo Rayeuk menggunakan ambulans Puskesmas Seubadeh.

Sebelumnya, perahu mesin milik korban ditemukan di kawasan perairan Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon. Perahu tersebut akan dijemput oleh panglima laot setempat untuk dibawa kembali ke wilayah Ujong Puloe Rayeuk, cetus Mey Fendri.(*)