Krusial.com — Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 adalah bantuan yang ditunggu-tunggu oleh siswa. Melalui program ini, seluruh siswa akan terbantu dalam pembuatan uang saku hingga kebituhannya.

Namun demikian, tidak semua anak mendapatkan program PIP karena beberapa faktor, salah satunya adalah kegagalan dalam memproses data. Syarat lain penerima PIP adalah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Meskipun program ini sangat menjajikan, tidak jarang sejumlah anak telah mengalami kegagalan dalam mendapatkan PIP. PIP bisa dicabut karena siswa punya kondisi ekonomi yang meningkat

Adapun evaluasi kondisi ekonomi keluarga dilakukan sesuai indikator tingkat ekonomi seperti apakah siswa termasuk keluarga miskin. Mereka akan diminta untuk melengkapi dokumen seperti PKH, dan DTKS.

Dalam kasus lain, penyebab PIP tidak bisa cair juga dipengaruhi beberapa hal. Melansir dari PIP Kemendikdasmen, berikut diantaranya.

  1. Bukan lagi menjadi penerima PIP pada tahun tersebut.
  2. Rekening berbeda sehingga perlu memastikan ke sekolah.
  3. Sudah melakukan penarikan dana sebelumnya.
  4. Masih masuk ke dalam SK nominasi penerima PIP (penyaluran akan dilakukan jika rekening sudah aktif)
  5. Tidak melakukan aktivasi rekening.