Krusial.com — Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran meraih Juara 2 dan Special Prize Global HackAtom 2025. Babak final internasional digelar di Rusia pada 23–26 September 2025.

Kompetisi berlangsung di Museum Atom VDNKh Moskow, diikuti tim dari sepuluh negara. Negara peserta meliputi Brasil, Bolivia, Hungaria, Namibia, Rwanda, Kazakstan, Uzbekistan, Myanmar, Indonesia, dan Rusia.

Global HackAtom merupakan ajang inovasi internasional berbasis teknologi nuklir dengan fokus solusi kreatif. Kompetisi ini menekankan aspek keilmuan, kolaborasi lintas disiplin, serta kreativitas generasi muda.

Seleksi nasional Indonesia digelar BRIN pada 17–18 Juli 2025 di Yogyakarta. Pemenang Hackatom Indonesia terpilih mewakili Indonesia menuju babak final global.

Final Global HackAtom 2025 bertepatan dengan World Atomic Week memperingati 80 tahun industri nuklir Rusia. Kegiatan final berlangsung empat hari penuh sejak 23 hingga 26 September 2025.

Selain kompetisi, kegiatan juga meliputi kuliah umum, aktivitas budaya, dan jejaring internasional. Peserta memperoleh pengalaman teknis sekaligus pemahaman mendalam tentang keragaman budaya global.

Tim “Tahu Sumedang” terdiri atas Marsha Aziza Wardhana, Fathi Ghifari Muhammad, Krisi Nohan, Frederick Suhamdy, dan Richard Christophorus Kurniawan. Mereka mengusung ide Stage IV: No Return – An Educational Escape Room for Nuclear Medicine.

Konsep itu berupa ruang edukasi interaktif yang menggabungkan permainan dengan pembelajaran kedokteran nuklir. Inovasi ini diapresiasi karena menyajikan edukasi menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman publik mengenai nuklir.

Keberhasilan tim tidak lepas dari dukungan mentoring para periset BRIN dan dosen UNPAD. Mereka dibimbing Muhayatun, Efrizon Umar, serta Mohammad Ghozali untuk menyempurnakan ide dan strategi presentasi.

Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra menegaskan, pentingnya pembinaan talenta muda. BRIN memastikan inovasi nuklir dikembangkan secara aman, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“BRIN mendukung manajemen talenta nasional. Dengan membina generasi muda sejak dini menuju prestasi dunia,” ujar Edy di sela Global HackAtom 2025, Jumat (26/9/2025).

Edy mengharapkan, kegiatan serupa berlanjut untuk menumbuhkan lebih banyak talenta unggul di bidang iptek. Ajang ini juga tindak lanjut kerja sama pengembangan SDM antara BRIN dan Rosatom Rusia.

Capaian ini menegaskan mahasiswa Indonesia mampu bersaing global dengan gagasan inovatif berorientasi solusi nyata. Prestasi Tim FK-UNPAD diharapkan menginspirasi talenta muda lain membawa nama Indonesia ke dunia.***