Krusial.com – Harga saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) melesat 9,43% pada hari pertama perdagangan setelah disuspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (10/12/2025).
Pada perdagangan sesi I pukul 11.55 WIB, Kamis (11/12/2025), harga saham emiten milik Lim Haryanto Wijaya Sarwono ini menguat Rp10 dari Rp106 menjadi Rp116 per lembar.
Dalam sepekan terakhir, saham emiten ini terkerek 30,34% atau Rp27 per lembar, bahkan melesat 141,67% atau Rp68 per lembar dalam sebulan terakhir.
Namun, sebagai catatan, saham TIRT dijatuhi suspensi oleh BEI selama sekitar 10 bulan pada tahun ini, mulai dari tanggal 21 Januari 2025, dan baru dibuka pada 26 November 2025 lalu.
Kemudian, BEI kembali melakukan suspensi saham TIRT imbas kenaikan harga saham kumulatif yang signifikan pada Rabu (10/12) kemarin. Sejak pembukaan perdagangan di sesi Full Call Auction (FCA) pada 26 November 2025 lalu, saham TIRT melonjak ratusan persen hanya dalam dua minggu.
Sehari sebelumnya (9/12), harganya masih naik Rp9 menjadi Rp106 per lembar pada penutupan perdagangan sesi II, dengan volume perdagangan 1,46 juta dalam 64 kali transaksi senilai Rp154,88 juta.
Dalam keterbukaan informasi, Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan suspensi saham TIRT untuk memberikan kesempatan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi.
Jumlah saham TIRT tercatat sebanyak 1,01 miliar per November 2025, dengan porsi Pengendali 73,54% dan Nonpengendali 26,46%. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham yakni, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pendiri Harita Group.***
source: IDN Financials
Tinggalkan Balasan