Krusial.com — Harga saham tujuh emiten yang keluar dari suspensi perdagangan bergerak bervariasi, dengan dua emiten mencatat kenaikan harga di atas 9%, pada awal sesi I, Jumat (9/1/2025).
Dua emiten yang mencatat kenaikan harga signifikan adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
Pada pantauan perdagangan sesi I pukul 09.23 WIB, saham BIPI yang dikendalikan Konsorsium Halim Jusuf, melesat 23% atau 40 poin menjadi Rp220 per lembar. Posisi ini lebih tinggi dari harga pembukaan perdagangan yang berada di Rp195, serta sempat turun ke level rendah di Rp190 per lembar.
Sebelum disuspensi Kamis (8/1) kemarin, harga saham BIPI naik 13 poin menjadi Rp180 per lembar pada perdagangan Rabu (7/1).
Volume perdagangan saham BIPI mencapai 5,24 miliar lembar, dengan frekuensi 145.064 kali dan total nilai transaksi Rp920,56 miliar. Dalam sepekan dan sebulan harga saham emiten ini melejit masing-masing 109,30% dan 100%.
Sementara itu, harga saham GRPM menguat 9,84% atau 12 poin menjadi Rp134 per lembar. Harga saat pembukaan di kisaran Rp121 per saham.
Harga saham lainnya terpantau terkoreksi. Salah satunya adalah PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), yang mencatat penurunan harga 13,70% atau 100 poin menjadi Rp630 per lembar.
Saham emiten lainnya yang kembali ditransaksikan pagi ini antara lain:
- PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)
- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)
- PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD)
- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
Pada Kamis kemarin, Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan suspensi saham-saham tersebut.***
Tinggalkan Balasan