Krusial.com — Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot hingga 40,21% dalam periode tahun berjalan alias year to date (ytd).
Pada perdagangan Selasa (17/3/2026), saham emiten panas bumi ditutup minus 2,93% ke Rp 5.800. Sepanjang Maret 2026, saham bersandi BREN hanya sekali hijau, sisanya ditutup di zona merah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai melayangkan surat kepada manajemen Barito Renewables Energy terkait volatilitas saham perseroan. Surat BEI diketahui melalui keterbukaan informasi BREN dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.
Salah satu pertanyaan BEI apakah perseroan mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.
Sekretaris Perusahaan BREN Randhika Oktavian menjawab bahwa sampai dengan tanggal surat ini, BREN telah menyampaikan seluruh informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik sesuai dengan ketentuan POJK 31/2015 melalui situs web BEI dan situs web perseroan.
“Dengan demikian, selain informasi dan/atau fakta material yang telah diungkapkan oleh perseroan sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang berada dalam pengetahuan atau kewenangan perseroan yang belum diungkapkan kepada publik dan yang dapat mempengaruhi nilai efek perseroan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana dimaksud dalam POJK 31/2015,” ungkap Randhika dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (19/3/2026).
BEI juga hingga menanyakan rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di Barito Renewables Energy (BREN).
Menurut Randhika, berdasarkan informasi verbal yang diperoleh dari pemegang saham utama (PSU), sampai dengan tanggal surat ini PSU belum memiliki rencana apapun yang terkait dengan penambahan, pengurangan, atau tindakan lain yang berhubungan dengan kepemilikan sahamnya di dalam perseroan.
Buyback
Sebelumnya, Barito Renewables Energy (BREN) mengumumkan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan kesiapan dana maksimum Rp 2 triliun, yang dananya bersumber dari kas internal perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi BREN yang dirilis di Jakarta, Rabu (4/2/2026), buyback saham akan berlangsung selama kurun tiga bulan atau pada periode 4 Februari hingga 3 Mei 2026. Pelaksanaan buyback sebagai upaya menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Manajemen BREN menyampaikan, dana yang dialokasikan untuk buyback saham sebesar Rp 2 triliun tersebut berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perseroan, serta telah memperhitungkan kecukupan modal kerja maupun arus kas.
Sementara itu, berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham BREN per 28 Februari 2026, jumlah saham treasuri BREN meningkat jadi 6,7 juta saham, dari bulan sebelumnya 6 juta saham.***
Tinggalkan Balasan