Krusial.com | Aceh Selatan – Masyarakat Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, mengeluhkan kondisi air sungai dimana paska hujan beberapa waktu yang lalu menyebabkan air sungai keruh.

Salah seorang warga Desa Menggamat, Trisno mengatakan, masyarakat mengeluhkan air sungai yang semula bersih jernih berubah menjadi keruh pekat dan tidak bisa digunakan.

“Masyarakat mengeluhkan air sungai tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, kakus bahkan untuk dikonsumsi karena diduga dampak penambangan menyebabkan terganggunya sumber air,” kata Trisno, Minggu 16 Juli 2023 kepada Krusial.com.

Trisno mengatakan, perubahan aliran sungai itu diduga akibat aktivitas pertambangan dari perusahaan tambang PT. Beri Mineral Utama (BMU) yang sedang beroperasi di Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Tengah.

“Ya, ada aktivitas tambang PT. Beri Mineral Utama (BMU),” ucap Trisno.

Pantauan Krusial.com di lokasi, kondisi air sungai yang berada di Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Tengah masih dalam kondisi keruh pekat hingga saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan merespon keluhan masyarakat Kluet Tengah atas keruhnya air sungai di Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Tengah.

Melalu Dinas DLH Aceh Selatan telah mengambil sampel air sungai di kawasan Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Tengah, Minggu 16 Juli 2023

Tim DLH Aceh Selatan melakukan pengambilan sampel air pada aliran sungai yang nantinya akan dikirim ke laboratorium di Banda Aceh.

“Sampel nanti akan diuji di laboratorium di Banda Aceh, nanti setelah hasil laboratorium keluar, kami akan melaporkan hasilnya ke pimpinan,” kata Kadis DLH Aceh Selatan, Teuku Masrizar, S.Hut., M.Si.(*).