Krusial.com| Aceh Selatan – Songkok Senuwan Keluwat merupakan peci bermotif khas Kluet yang diproduksi oleh kelompok kerajinan di Kecamatan Kluet Timur.

Peci yang mulai diproduksi dan dilounching pada 13 Juni 2022, bertepatan pada HUT Kecamatan Kluet Timur ke 20 itu mulai diminati masyarakat Aceh Selatan.

Camat Kluet Timur, Gusmawi Mustafa mengatakan sampai saat ini dari sebanyak 270 buah songkok yang diproduksi sebanyak 230 sudah laku terjual.

” Kami melihat masyarakat sangat meminatinya, kami juga terus mempromosikan melalui bazar-bazar UMKM yang digelar di Aceh Selatan bahkan produk ini juga pernah ditampilkan di Jakarta,” ucap pria yang akrab di sapa Ogek Agus itu kepada Krusial di RTH Pala Indah, Tapaktuan, Sabtu (19/11/2022).

Gusmawi Mustafa mengatakan untuk modal produksi awal, Kelompok kerajinan Senuwan Keluwat memperoleh pinjaman dari Koperasi yang ada di Kluet Timur sebesar Rp 17 Juta, dimana dana tersebut diunakan sebagai proses pembuatan Akte Notaris dan legalitas Kelompok Senuwan Keluwat serta biaya produksinya.

” Hasil penjualan songkok khas Senuwan Keluwat ini digunakan sebagai upaya pengembangan produk lebih lanjut serta adanya penyisihan sebagian keuntungan untuk Majelis Adat Aceh (MAA) seluruh Kecamatan di Kluet Raya dalam upaya dan ikhtiar bersama bagi pelestarian Adat dan Budaya kita,” ulasnya.

Gusmawi melanjutkan dirinya bersama pelaku seni di Kluet terus berusaha agar produk ini dapat terus berkembang bukan saja dalam bentuk Songkok, namun juga untuk kain dan pakaian dengan motif Senuwan Keluwat.

” Ada juga produksi Pelaminan Senuwan Keluwat dilaksanakan oleh Bapak Haji Adlan, tokoh Adat dan Budaya di Kluet Utara,” tutupnya.

Songkok Senuwan Keluwat ini juga dipajang pada stand Kecamatan Kluet Timur dalam kegiatan bazar UMKM di RTH Taman Pala Indah Tapaktuan.