Krusial.com – Program Community Development International Inbound sukses menghadirkan kolaborasi internasional dalam upaya pengembangan produk olahan perikanan di Aceh. Melalui kegiatan bertajuk “Pengolahan Serba Ikan untuk Menghasilkan Produk Bernilai Tambah Ekonomi pada Koperasi Fish Jelly Aceh,” tim akademisi melakukan penguatan kapasitas produksi dan manajemen usaha berbasis teknologi tepat guna.

Kegiatan ini merupakan sinergi lintas negara yang melibatkan tim dosen, mahasiswa, serta kolaborator dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr. Sofia, S.Si., M.Sc., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., dan Cut Nilda, S.TP., M.Sc.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui pendekatan terintegrasi. Fokus utama kegiatan meliputi pengenalan teknologi mesin mix grinder dan mesin pengaduk abon yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta konsistensi kualitas produk olahan ikan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses manual.

Inovasi Kemasan dan Manajemen Profesional

Selain penguatan teknologi produksi, para peserta yang terdiri dari anggota koperasi dibekali keterampilan dalam inovasi desain dan cetak kemasan. Pelatihan ini mencakup perancangan label yang menarik, informatif, dan sesuai standar pemasaran modern guna membangun identitas merek yang kuat di pasar luas.

“Kehadiran teknologi tepat guna dan penguatan aspek branding diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk koperasi, sehingga tidak hanya unggul dari segi rasa tetapi juga profesional secara tampilan,” ujar Dr. Sofia.

Lebih lanjut, program ini mencakup pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi demi menjamin keamanan pangan dan mutu produk yang berkelanjutan.

Kolaborasi Multidisipliner Lintas Negara

Keterlibatan UiTM Malaysia dalam program ini memberikan nilai tambah melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional dalam pengembangan produk perikanan. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memperkuat implementasi program melalui pendekatan multidisipliner yang inovatif.

Dengan adanya program ini, Koperasi Fish Jelly Aceh diproyeksikan berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang terintegrasi dengan jejaring internasional.***