Krusial.com | Banda Aceh – Agus Djoko Triyanto selaku General Manager (GM) PR ASDP Indonesia Ferry cabang Banda Aceh mengatakan bahwa salah satu petugasnya terpaksa harus di nonaktifkan. Itu disebabkan akibat dari satu pasien rujukan asal Sabang gagal berlayar ke Banda Aceh.
Diketahui petugas yang dinonaktifkan itu supervisi lintasan Balohan – Ulee lheue.
Agus menyampaikan petugas yang dimaksud telah di nonaktifkan, sejak tanggal 5 Agustus lalu, diketahui petugas yang di nonaktifkan tersebut sampai batas yang belum di tentukan.
“Saya mengambil langkah sementara untuk menonaktifkan dan juga melakukan pembinaan terhadap petugas yang bersangkutan,” ujar Agus, Senin, 7 Agustus 2023.
Adapun kebijakan penonaktifan tersebut, Agus mengatakan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Banda Aceh juga Intens melakukan koordinasi dengan kantor pusat dan berharap bisa menarik langkah selanjutnya akibat imbas yang terjadi di pelabuhan penyeberangan Balohan Kota Sabang.
“Batas waktu penonaktifan petugas ini sampai pada waktu yang belum di tentukan, dan juga kita lakukan koordinasi dengan kantor pusat,” ujar Agus.
Diketahui sempat viral pasien rujukan dari sabang ini harus menggunakan speedboat menuju Kota Banda Aceh pada Kamis, 3 Agustus 2023 lalu.
Pasien tersebut diduga menumpang ke perahu nelayan agar bisa melakukan rujukan ke Banda Aceh, tidak di izinkan naik ke KMP BRR yang diketahui saat itu baru lepas tali atau berlayar lepas dari dermaga.
Hal tersebut diketahui dari rekaman CCTV yang terpasang di tempat kejadian, di sana terlihat detik detik keberangkatan KMP BRR dengan kedatangan keluarga MAA.
Di depan palang dermaga, keluarga pasien MAA juga sempat ribut dengan petugas yang sedang bertugas meminta KMP BRR untuk kembali menepi agar bisa menaikan pasien tersebut.(*)
Tinggalkan Balasan