Krusial | Brusel — Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyerukan, perdamaian dan keadilan seiring dimulainya bulan suci Ramadan. Dalam pesannya, Kamis (28/2/2025), ia mengajak masyarakat dunia untuk menumbuhkan kasih sayang, empati, dan kedermawanan.

“Di bulan suci ini, marilah kita semua terinspirasi oleh nilai-nilai ini dan merangkul kemanusiaan bersama kita. Untuk membangun dunia yang lebih adil dan damai bagi semua,” kata Guterres, dikutip dari laman resmi PBB, Jumat (28/2/2025).

Guterres menekankan, pentingnya merangkul kemanusiaan bersama demi menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis. Ia juga menyampaikan pesan dukungan bagi mereka yang tengah menghadapi kesulitan, pengungsian, dan kekerasan.

Ramadan di Makkah diperkirakan akan dimulai pada 1 atau 2 Maret 2025, tergantung pada pengamatan hilal. Beberapa negara bahkan berpotensi melihat hilal lebih awal dari Makkah karena perbedaan posisi bulan.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, Guterres akan melakukan kunjungan solidaritas ke Bangladesh pada 13-16 Maret 2025. Dalam kunjungan ini, ia dijadwalkan bertemu dengan para pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, kamp pengungsi terbesar di dunia.

Guterres akan berbuka puasa bersama para pengungsi dan komunitas tuan rumah di Bangladesh. Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Bangladesh yang telah menampung hampir satu juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Selain itu, Guterres akan mengunjungi Dhaka, bertemu Penasihat Utama pemerintahan sementara serta berdialog dengan perwakilan muda dari masyarakat sipil. Kunjungan solidaritas ini telah menjadi tradisi tahunan sejak ia menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Ia secara rutin menjalankan Ramadan bersama komunitas pengungsi dan kelompok marjinal untuk merasakan langsung tantangan yang mereka hadapi. Menurut Guterres, Ramadan adalah momentum refleksi spiritual yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kedermawanan.***