Krusial.com — Radio Republik Indonesia (RRI) akan memasuki usia ke-80 pada 11 September mendatang. RRI memiliki fakta unik yang jarang diketahui publik, menjadikannya media bersejarah bangsa.

RRI merupakan radio pertama milik Indonesia pasca kemerdekaan, sebagai pengganti radio Hoso Kyuku yang dioperasikan oleh Jepang. Lantas, apa saja fakta uniknya? berikut penjelasannya:

1. Radio Tertua yang Bersejarah

RRI berperan sebagai media untuk menyebarkan informasi gerakan perlawanan rakyat Indonesia. RRI menjadi sumber informasi nomor satu untuk menghidupkan semangat perjuangan rakyat yang saat itu minim informasi. 

Menariknya, RRI juga merupakan media tertua kedua di Indonesia setelah LKBN ANTARA. Serta, merupakan perusahaan atau lembaga khusus media yang hingga kini masih aktif sejak awal perjuangan bangsa.

2. Satu-Satunya Radio dengan Nama Negara

Adanya nama Indonesia di dalam RRI mengindikasikan bahwa siaran yang dilakukan RRI dilakukan untuk kepentingan negara. Selain bertugas sebagai radio perjuangan Indonesia, RRI juga sangat berjasa untuk menyiarkan semangat perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan.

3. Memiliki Slogan Legendaris

Slogan “Sekali di Udara Tetap di Udara” lahir dari Jusuf Ronodipuro, sosok penyiar proklamasi Indonesia. Semboyan tersebut masih terus digunakan RRI sebagai identitas khas hingga sekarang.

4. Memiliki Stasiun Penyiaran dalam Negeri dan Luar Negeri

RRI memiliki 105 stasiun penyiaran di seluruh penjuru Indonesia. Adapun 37 di antaranya berada di wilayah perbatasan. 

Tidak hanya itu, RRI juga menyiarkan program internasional lewat Voice of Indonesia (VOI) atau Stasiun Luar Negeri (SLN). SLN ini berfungsi menyebarkan kebudayaan dan pengetahuan Indonesia ke luar negeri.

5. Sebagian Pegawai RRI Merupakan ASN

Banyak pegawai RRI tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Status ini serupa dengan pegawai TVRI yang juga berperan sebagai lembaga penyiaran publik.

Dengan berbagai fakta unik tersebut, RRI tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi terus beradaptasi sebagai media publik modern. Menjelang usia ke-80, RRI tetap konsisten hadir menyuarakan informasi, edukasi, dan hiburan bagi seluruh masyarakat Indonesia.***