Krusial.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membatalkan rencana pengalihan 32,19 miliar saham treasuri melalui Program Kepemilikan Saham Karyawan Dan Manajemen (ESOP/MSOP), di tengah kondisi saham yang stagnan di level Rp50 selama lebih dari dua bulan.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyatakan perseroan sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 18 Juni 2025, untuk mengalihkan seluruh saham treasury hasil pembelian kembali (buyback) periode 2024–2025.
Sesuai keputusan pemegang saham, investor setuju rencana GOTO mengalihkan 32,18 miliar lembar saham Seri A melalui program ESOP/MSOP.
Namun setelah melakukan kajian, kata Hans dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/7/2026), GOTO membatalkan rencana itu dan berencana mengalihkan saham treasuri melalui pengurangan modal.
“Dengan mempertimbangkan dan mengkaji berbagai faktor, seperti kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini, kepentingan perseroan, serta manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham perseroan,” jelas Hans.
Hans menambahkan GOTO akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu GOTO juga tengah mengkaji rencana pengalihan 7,59 miliar lembar saham treasury, yang diperoleh dari buyback saham periode 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026.
Menurut data IDNFinancials.com, harga saham GOTO stagnan di level Rp50 per lembar sejak 18 Mei 2026. Kondisi ini terjadi seiring tingginya penawaran jual atas saham emiten teknologi ini, sementara minat belinya cenderung terbatas.
Laporan IDNFinancials.com sebelumnya juga menyampaikan sikap pengelola indeks global seperti MSCI, yang mengeluarkan pernyataan khusus terkait rendahnya likuiditas saham GOTO. MSCI bahkan membuka potensi penghapusan saham GOTO dari indeks mereka pada review Agustus 2026, jika gagal memenuhi syarat likuiditas.***
Tinggalkan Balasan