Krusial.com – Fundamental PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menguat tahun lalu bersamaan dengan neraca. Ini akan menjadi mesin pertumbuhan saham BWPT yang diganjar target harga tinggi.
Berdasarkan riset Binaartha Sekuritas, produksi tandan buah segar (TBS) BWPT naik 3% menjadi 775 ribu ton, sedangkan yang diproses naik 13,8% mmenjadi 916 ribu ton. Seiring dengan itu, produksi minyak sawit mentah (CPO) dan palm kernel (PK) perseroan naik 9,8% dan 12,2%.
Laba bersih BWPT melejit 51,7% menjadi Rp171 miliar, didorong lonjakan penjualan sebesar 43%, meski beban pokok penjualan naik 47,7%. EBITDA melonjak 34% menjadi Rp1,25 triliun.
Laba bersih BWPT melejit 51,7% menjadi Rp171 miliar, didorong lonjakan penjualan sebesar 43%, meski beban pokok penjualan naik 47,7%. EBITDA melonjak 34% menjadi Rp1,25 triliun.
“Sepanjang 2025, laba bersih BWPT diprediksi mencapai Rp408 miliar, melonjak 34%, sedangkan EBITDA Rp1,7 triliun, naik 21,6%. Profitabilitas perseroan tetap kuat, didorong oleh perbaikan kinerja operasional,” tulis Binaartha, dikutip Senin (19/1/2026).
Neraca dan Target Harga
Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas BWPT membaik menjadi 1,5 kali per September 2025, dari 1,98 kali. Ini tak lepas dari turunnya pinjaman bank sebesar 11,5%. Sampai akhir 2025, DER perseroan diprediksi turun menjadi 1,34 kali.
Pada 6 Januari 2026, perseroan menerbitkan sukuk Rp 290 miliar dan obligasi Rp 210 miliar. Sukuk perseroan bertenor 370 hari dengan revenue sharing 9,75-11%, sedangkan kupon obligasi 9,75% dan 11%.
Binaartha menetapkan rekomendasi buy saham BWPT dan mengerek target harga dari Rp144 menjadi Rp222, mencerminkan potensi kenaikan 55%. Ini setara dengan EV/EBITDA 5,64 kali, sejalan dengan rata-rata sektor perkebunan 5,91 kali.
Saham BWPT masuk top volume pada sesi I Senin (19/1/2026). Volume perdagangan saham ini mencapai 7,44 juta senilai Rp117 miliar.***
Tinggalkan Balasan