Krusial.com — PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menargetkan produksi 2,4 juta ton batu bara pada 2026.
Direktur Utama SINI, Amir Antolis, mengatakan perseroan telah mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, yang mencakup permohonan produksi 900.000 ton untuk PT Pasir Bara Prima dan 1,5 juta ton untuk PT Persada Kapuas Prima.
“Perseroan mulai melakukan penjualan batu bara pada November 2025 dengan pengiriman ke pembeli di China, sambil tetap memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO),” ujar Amir dalam Public Expose insidentil, yang digelar Kamis (27/11).
Amir menambahkan bahwa aktivitas produksi, hauling, dan penjualan terus berjalan. Hingga November 2025, perseroan mencatat stok sekitar 7.000 ton di stockpile PT Pasir Bara Prima dan 15.000 ton di PT Persada Kapuas Prima.
Kegiatan operasional SINI, kata Amir, akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan cuaca, dengan harapan target RKAB tahun depan dapat tercapai.
Amir menjelaskan bahwa anak usaha SINI, PT Dwi Daya Swakarya, masih memiliki dua entitas yang belum beroperasi secara komersial. Proses penyempurnaan perizinan, pembebasan lahan, serta pembangunan infrastruktur masih berlangsung.
Sementara pembangunan infrastruktur pendukung, terutama jalan hauling, terus dilakukan oleh SINI dengan kerja sama bersama pihak ketiga.
Sebagai catatan, SINI menggelar Public Expose insidentil setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan suspensi atas saham perseroan dari perdagangan di pasar reguler dan tunai. Suspensi ini menyusul lonjakan harga saham yang melebihi 100% dalam sebulan terakhir.***
Tinggalkan Balasan