Krusial.com — Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melonjak 25% mentok auto reject atas (ARA) tembus level Rp 5.000 atau tepatnya ke Rp 5.075 pada sesi I perdagangan Kamis (13/11/2025). Saham emiten telekomunikasi ini terbang 1.200% dalam tiga bulan terakhir dari Rp 390.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat meminta penjelasan mengenai perkembangan terkini bisnis Mora Telematika Indonesia (MORA). Salah satu pertanyaan BEI adalah perihal perkembangan terkini atas kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perseroan dan rencana strategis perseroan selama tahun 2025-2026, meliputi perkembangan bisnis eksisting dan rencana pengembangan bisnis baru jika ada.

Sekretaris Perusahaan MORA, Henry Rizard Rumopa mengungkapkan, perseroan sampai dengan saat ini tetap menjalankan rencana strategis dalam memperkuat lini bisnis yang dimiliki, antara lain tetap melakukan ekspansi jaringan backbone domestik dan internasional dan jaringan pendukungnya.

“Di mana ekspansi data center yang berlokasi di Batam yaitu Nusantara Data Center batam telah diselesaikan,” kata Henry dalam keterbukaan informasi baru-baru ini.

Ia menambahkan, rencana strategis perseroan selama tahun 2025-2026 tetap berfokus pada ekspansi terhadap jaringan fiber optic backbone dan lastmile, serta peningkatan kapasitas; ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH); dan digitalisasi dan inovasi produk.

Bursa juga menanyakan terkait pergerakan saham MORA. Menurut Henry,pergerakan herga saham perseroan ditentukan oleh mekanisme pasar. “Perseroan sampai dengan saat ini tidak memiliki informasi/fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham perseroan,” katanya.

Per 31 Oktober 2025, PT Candrakarya Multikreasi selaku pengendali MORA menguasai 40,82% saham, PT Gema Lintas Benua menggenggam 30,17% saham MORA, serta PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memiliki 18,31% saham. Masyarakat non warkat mengepal 10,68% saham MORA. Total jumlah pemegang sahamnya sebanyak 2.270 pihak.***