Krusial.com — Nilai tukar Rupiah masih melemah, terhadap Dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (17/7/2025). Data Bloomberg menunjukkan, Rupiah turun 0,21 persen atau 35 poin ke level Rp16.322 per Dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Rabu (16/7/2025) kemarin, Rupiah melemah 0,13 persen atau 20 poin ke posisi Rp16.287 per Dolar AS. Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, Rupiah melemah sepanjang hari ini dipicu sejumlah faktor eksternal.

“Rupiah terpantu melemah, tertekan naiknya imbal hasil obligasi AS. Kenaikan tersebut dipicu oleh spekulasi pemecatan Powell oleh Trump,” kata Lukman dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Meski satu sisi, kata Lukman, isu pemecatan Powell tersebut dibantah Trump. “Namun apabila terjadi dapat memberikan dampak besar pada pasar keuangan global,” ucap Lukman.

Sementara, obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi di level 4,49 persen. Sedangkan, imbal hasil obligasi dua tahun stabil di posisi 3,94 persen.

Ia menilai, pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia sebagai langkah yang positif bagi ekonomi Indonesia. “Tapi ‘timing’ nya tidak pas sehingga ikut menekan rupiah,” ujarnya.

BI pada Rabu kemarin mengumumkan pemangkasan suku bunga  (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen. Lukman Leong memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini di kisaran Rp16.250-16.350 per dolar AS.  ***