Krusial.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatatkan sebanyak 1.789 Base Transceiver Station (BTS) di Provinsi Aceh kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, saat meninjau proses pemulihan akses telekomunikasi di Provinsi Aceh.

Ia mengatakan, hal ini merupakan hasil gotong-royong Kemkomdigi dengan operator seluler (opsel), serta pihak terkait lainnya. Dengan telah beroperasinya kembali ribuan BTS tersebut, maka layanan akses komunikasi masyarakat Aceh pascabanjir, berangsur pulih. 

“Kita semua tentunya bergotong royong untuk memulihkan keadaan. Kami berharap, semua bisa memberikan simpatinya yang tinggi kepada sesama,” kata Nezar saat meninjau Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/12/2025).

Ia mengatakan, dalam pemenuhan layanan akses jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh, didukung dari kehadiran 3.414 BTS. Namun, karena bencana yang melanda beberapa hari lalu, mengakibatkan lebih dari 50 persennya kekuatan jaringan telekomunikasi terputus.

Kemkomdigi dan operator selular akan selalu melakukan upaya percepatan penanganan akses layanan telekomunikasi. Hal ini demi memulihkan kembali konektivitas telekomunikasi masyarakat pascabencana.

Meski pemulihan akses telekomunikasi di Aceh telah mencapai lebih dari 50 persen, namun terdapat kendala untuk pemulihan sepenuhnya. Menurutnya, salah satu kendala dasar yakni terkait akses energi listrik. 

“Laporan perkembangannya setiap hari, bahkan juga jam per jam bagaimana perbaikan telekomunikasi itu dilaporkan. Karena kendala yang kami temukan masih seperti pada hari-hari sebelumnya, yaitu berupa energi listrik,” kata Nezar, menjelaskan.***