Krusial.com – SMA Negeri 3 Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, menghadirkan personel Polsek Kluet Utara sebagai narasumber dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari keempat, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali siswa baru dengan pemahaman mengenai berbagai persoalan sosial yang kerap dihadapi generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung di ruang aula sekolah tersebut dihadiri Kepala SMAN 3 Kluet Utara, Aslinar, S.Ag., M.Pd., dewan guru, pengurus OSIS, serta seluruh peserta didik baru.

Kepala SMAN 3 Kluet Utara, Aslinar, mengatakan pelaksanaan MPLS berlangsung selama sepekan dan akan berakhir pada Sabtu (18/7/2026). Pada hari keempat, pihak sekolah sengaja menghadirkan narasumber dari Polsek Kluet Utara untuk memberikan edukasi tentang kehidupan bermasyarakat, etika bermedia sosial, pencegahan judi online, perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif).

“Materi-materi tersebut sangat penting karena persoalan itu sedang berkembang di tengah masyarakat, terutama penyalahgunaan narkoba yang mulai menyasar kalangan pelajar. Karena itu, kami menghadirkan narasumber dari Polsek Kluet Utara yang memiliki kompetensi di bidang tersebut,” ujar Aslinar.

Ia berharap seluruh siswa baru mampu memahami materi yang disampaikan sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Materi pertama disampaikan Kepala Unit Binmas Polsek Kluet Utara, Aiptu Tasrizal, yang mengangkat tema kehidupan bermasyarakat, etika bermedia sosial, pencegahan judi online, dan pencegahan perundungan.

Menurut Tasrizal, salah satu tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini adalah memudarnya kepedulian sosial akibat kesibukan individu.

“Biasakan saling menghormati, menghargai perbedaan suku dan agama, aktif dalam kegiatan masyarakat, menjaga komunikasi yang baik, serta mematuhi norma hukum dan adat istiadat yang berlaku,” katanya.

Dalam penggunaan media sosial, Tasrizal mengingatkan siswa agar selalu bijak dalam menyebarkan informasi.

“Saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang diterima benar, gunakan bahasa yang santun, hindari ujaran kebencian maupun komentar yang bersifat menghina, serta hormati hak cipta karya orang lain,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahaya judi online yang dapat menimbulkan kecanduan, kerugian finansial, hingga merusak hubungan keluarga.

“Pahami bahwa sistem perjudian dirancang agar pemain mengalami kekalahan. Hindari akses judi online, kelola keuangan dengan baik, jauhi pinjaman online ilegal, dan isi waktu dengan kegiatan positif seperti olahraga maupun mengembangkan keterampilan,” jelasnya.

Terkait perundungan, Tasrizal menekankan pentingnya menumbuhkan empati serta keberanian melaporkan setiap tindakan bullying kepada guru atau pihak berwenang.

“Bullying dapat berdampak panjang terhadap kesehatan mental korban. Karena itu, sekolah harus memiliki aturan yang tegas dan memberikan pendampingan kepada korban agar merasa aman dan pulih,” ujarnya.

Sementara itu, materi kedua disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Kluet Utara, Briptu Khairul Umam, mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan NAPZA.

Khairul menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai sejak dini melalui edukasi, komunikasi yang baik dalam keluarga, lingkungan pergaulan yang positif, serta aktivitas yang bermanfaat.

“Isi waktu luang dengan kegiatan yang positif seperti olahraga, hobi, maupun kegiatan keagamaan. Langkah-langkah tersebut menjadi benteng utama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan NAPZA di kalangan pelajar,” pungkasnya.***