Krusial | Aceh Selatan – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP merasa kecewa dan “berang” terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas lambannya penanganan ruas jalan kabupaten menuju Puskesmas Kluet Utara.

“Sudah dua minggu lalu saya perintahkan Dinas PUPR untuk menangani ruas jalan menuju Puskesmas Kluet Utara, namun belum direspon. Kepentingan umum jangan main-main,” kata Pj Bupati, Cut Syazalisma, S.STP, Kamis, 02 Oktober 2023.

Menurut Cut Syazalisma, ruas jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Atas laporan warga, pihaknya mengintruksikan Dinas PUPR melaksanakan penanganan darurat sebelum dilakukan tindakan permanen.

“Dana perbaikan jalan tersebut memang sudah dialokasikan pada APBK-Perubahan tahun 2023. Namun sebelum proses tender kelar harus dilaksanakan penanganan darurat. Perintah saya tidak direspon, ini benar-benar mengecewakan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Cut Syazalisma, berbicara tentang kepentingan umum dan rakyat, bagi dirinya adalah segala-galanya. Kelalaian ini salah satu prinsip yang kurang disukai.

“Saya tidak mau tahu, proses penanganan harus cepat dan tepat. Kekecewaan warga merupakan bagian dari kekecewaan kita semua. Jangan melempemlah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Aceh Selatan, Gamal Halim yang dikonfirmasi menyebutkan, untuk kerusakan jalan dimaksud (lintas Puskesmas Kluet Utara) sedang berlangsung proses lelang Rehabilitasi Jalan.

“Saat ini proses dalam tahapan evaluasi penawaran, kualifikasi teknis dan harga. Kalau tidak salah pagunya Rp 300 juta. Saya memohon maaf kepada masyarakat, mungkin respon yang diberikan terasa lama, tetapi upaya perbaikan jalan sedang kami lakukan,” ungkap Gamal Halim.

Demikianpun, sebut Kabid Bina Marga, pihaknya berusaha melakukan langkah darurat dengan melaksanakan penimbunan.

Informasi dihimpun dari media sosial, ruas jalan menuju Puskesmas Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara rusak parah. Ketika musim hujan tergenang air. Kondisi kerusakan diperkirakan lebih kurang selama 10 tahun. Akibatnya, warga sempat menanami pohon pisang di lokasi.(*)